Artikel Sabilillah

ARAH PUTAR THAWAF DAN PERGERAKAN ALAM SEMESTA Oleh: Ferdian Ronilaya, ST, MSc
Ditulis pada 23-11-2011 13:53 oleh Yosman


Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud" (QS: Al Hajj: 26)

Fakta ilmiah telah membuktikan bahwa sebenarnya kita hidup di salah satu bagian kecil dari jagat alam semesta yang sangat besar yang bernama bumi. Bumi berputar mengelilingi matahari sekali dalam setahun, bulan mengelilingi bumi sekali dalam sebulan dan planet-planet yang lain dari solar system juga berputar mengelilingi matahari, masing-masing sesuai dengan orbitnya. Selain itu, kebanyakan dari planet-planet ini memiliki bulan yang berputar mengelilingi planet tersebut sesuai dengan orbitnya. Para ahli astronomi sejauh ini telah menemukan lebih dari 60 bulan.

Demikian juga dengan system tata surya, tata surya ini juga mengelilingi galaksi yang bernama Bima Sakti (Milky Way). Galaksi Bima Sakti mempunyai 130 milyar bintang. Galaksi intu sendiri mengelilingi suatu inti yang hanya Allah SWT yang tahu.

Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam orbitnya. (QS: Al – Anbiya’: 32 – 33)

Hukum perputaran yang terjadi pada system tata surya juga terjadi pada system atom, bagian terkecil dari suatu benda yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang bahkan dengan mikroskop sekalipun. Atom terdiri dari nucleus yang memiliki diameter lebih kecil dari seper-sejuta mili meter. Sebuah atom dikelilingi oleh electron yang berputar mengelilingi atom menurut orbitnya. Karena semua material di jagat raya, baik padat, cair atau gas, memiliki atom, hal ini berarti bahwa hukum perputaran (revolusi) juga berlaku pada setiap makhluk ciptaan Allah SWT seperti bintang, planet, bulan, hewan, tumbuhan, pasir, udara dan seterusnya.

Selain di system atom, hukum perputaran (revolusi) juga berlaku pada system sel. Sitoplasma di dalam sel bergerak mengelilingi nucleus. Terdapat factor yang memiliki kesamaan dari system perputaran yang telah dijelaskan di atas antara pergerakan orbital terhadap satu obyek inti, yaitu arah perputarannya adalah berlawanan arah jarum jam.

Dengan merenungkan apa yang telah dibahas di atas, tiba kita pada suatu kesadaran bahwa hukum perputaran (revolusi) tersebut sebenarnya adalah suatu hukum alam (cosmic law) yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Berangkat dari hukum revolusi/perputaran tersebut, sebagai seorang muslim, kita ingat ritual thawaf pada ibadah haji rukun Islam yang ke-5.

Thawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah dengan arah berlawanan jarum jam dan merupakan kegiatan simbolik dari ibadah yang memiliki makna makna kepatuhan dan kepasrahan sepenuhnya terhadap Allah SWT. Hal ini menandakan bahwa Ka’bah adalah pusat spiritual dari para mukmin. Thawaf juga memberikan informasi tentang konsistensi antara kewajiban ibadah dalam agama Islam dan hukum alam yang membentuk alam semesta. Jika direnungkan, tibalah kita pada kesimpulan bahwa semua ini berasal dari hanya satu Sumber, yaitu Allah SWT. 

Hal ini juga membuktikan bahwa antara ilmu pengetahuan modern dan informasi yang diberitakan oleh Allah melalui Al Qur’an surat Al Anbiya’ ayat 32-33 di atas adalah konsisten. Thus, ini membuktikan bahwa Islam adalah benar yang memberikan manusia pandangan yang komprehensif dan konsisten terhadap hukum-hukum alam jagat raya. 

(Sumber: dikutip dari artikel karya Prof. Dr. Ahmad Fouad Pasha, Cairo University)

 

[Indeks Artikel]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang