Artikel Sabilillah

RASULULLAH ITU SEORANG WIRAUSAHA Oleh : Noor Shodiq Askandar (Dekan Fak. Ekonomi Unisma)
Ditulis pada 06-08-2012 09:33 oleh Yosman


Saya baru lulus dari Sekolah dan sekarang lagi bingung. Mau melanjutkan studi terkendala biaya, sementara mau melamar pekerjaan tidak punya ketrampilan yang cukup. Akhirnya yang saya lakukan adalah membantu orang tua berjualan di pasar. Bagaimana menurut Bapak ?

Edi Sulistiyo ? Malang

Mas Edi yang saya hormati, membantu orang tua adalah kewajiban sekaligus pekerjaan yang sangat mulia sebagai salah satu wujud bakti kita sebagai anak. Ingat, dalam salah satu hadits disebutkan : Ridlollahu fil ridlolwalidein (Ridlo Allah swt itu juga tergantung pada ridlo orang tua kita). Dan saya salut, saudara telah siap membantu orang tua, sementara biasanya generasi muda seusia itu lebih suka untuk melakukan yang lain yang terkadang kurang bermanfaat.

Mengenai pekerjaan orang tua berjualan di pasar, saudara tidak perlu berkecil hati dan bukan merupakan pekerjaan hina. Akan tetapi justru sangat bagus, karena berarti tidak menggantungkan nasib pada orang lain. Kemandirian seperti ini yang sekarang dirindukan di Indonesia, ketika sebagian besar masyarakat yang lain kehidupannya sangat bergantung pada yang lain.

Dalam Islam, berdagang juga merupakan pekerjaan  yang secara tersirat  ada dalam Al Qur’an. Pertama,    ayat yang menyampaikan dihalalkannya jual beli dan diharamkannya riba. “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdiriya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian disebabkan mereka berkata (berpendapat) sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba) maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal didalamnya”. (QS. Albaqoroh 275). Kedua, surat al jumu’ah ayat Sembilan, Allah berfirman : Dan jika kamu telah mendengar panggilan sholat jum’at bersegeralah berdzikir kepada Allah dan tinggalkanlah jual beli. Kalau kemudian ayat ini dikembangkan dalam pertanyaan : siapa yang melakukan jual beli ? tentu jawabannya pedagang dan pembeli.

 Dalam beberapa hadits jugamenunjukkan betapa pentingnya berdagang dalam kehidupan ummat manusia, antara lain : (1) Dririwayatkan oleh Al Hakim, Rasulullah ketika ditanya apakah pekerjaan yang paling baik ? Rasulullah bersabda : ialah pekerjaan dengan usaha dan perdagagan yang bersih. Rasulullah menyampaikan bahwa mata pencaharian yang paling utama ialah jual beli yang jujur dan baik, dan hasil karya seseorang atas hasil karya tangannya sendiri (HR. Ahmad). Hadits lain yang diriwayatkan oleh Turmudzi : Pedagang/ pengusaha yang baik nanti akan bersama-sama para Nabi dan orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang sholeh.

Tidak hanya mengucapkan, tapi Rasulullah sendiri dalam kehidupannya juga ditandai dengan menjadi pedagang, mulai dari mengikuti saudaranya berdagang sampai  sukses menjalankan usahanya sendiri. Bahkan saking terkenal dengan kejujurannya dalam berdagang, pada usia dua puluh lima tahun beliau telah mendapat kepercayaan dari Siti Khotijah yang kala itu menjadi pengusaha sukses untuk mengelola barang dagangannya. Tentu tidak sembarang orang dalam usia muda telah memperoleh kepercayaan sedemikian tinggi. Hanya orang yang mempunyai keahlian khususlah yang dapat memperolehnya.   

Mas Edi yang saya hormati, atas berbagai pemikiran ini, apa yang saudara lakukan itu hal yang baik. Apalagi jika dilakukan dengan niat yang tulus, kearifan berfikir dan keihlasan dalam bertindak. Akan jauh lebih baik lagi jika tidak hanya sekedar membantu, tetapi mengelola dengan lebih baik sehingga usaha dapat berkembang dan makin maju. Saya percaya, dengan ilmu yang telah saudara peroleh, usaha orang tua saudara akan menjadi lebih baik, amin. Terima kasih.

 


KUNCI SUKSES RASULULLAH DALAM BERUSAHA

Oleh : Noor Shodiq Askandar (Dekan Fak. Ekonomi Unisma)

 

Saya baca dalam beberapa buku yang menyatakan bahwa Rasulullah saw itu dulu adalah  seorang pedagang yang sukses. Mungkin Bapak bisa sampaikan beberapa hal yang dilakukan Rasulullah saw., saat menjalankan usaha tersebut?

                                                                                                                Hani - Jakarta

Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini, demikianlah kata bijak yang sering kita ucapkan. Artinya setiap saat harus dipandang sebagai momentum untuk memperbaiki perilaku dan kesejahteraan dalam kehidupan baik lahir maupun batin, duniawi dan ukhrowi. Salah satu upaya memperbaiki kehidupan itu adalah melakukan usaha dengan baik dan benar. Sebagaimana tulisan saya sebelumnya,  Rasulullah saw. menyampaikan bahwa pekerjaan yang paling baik itu adalah berdagang. Dalam konteks saat ini biasa disebut  sebagai wirausaha. Kenapa demikian? Dengan wirausaha, kita selalu berusaha meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan nilai tambah atas produk yang dihasilkan. Tanpa nilai tambah yang tercipta, transaksi tidak akan menghasilkan apa-apa dan tidak dapat meningkatkan kesejahteraan para pelakunya. Dengan peningkatan kesejahteraan, maka makin besar pula kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Hal ini karena sarananya juga lebih mudah disediakan.

Terdapat beberapa hal  yang harus diperhatikan dan telah ditelandankan oleh Rasulullah  jika ingin berhasil dalam usaha dan memperoleh keberkahan, antara lain : Pertama, lakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan professional. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan keseriusan pasti akan menghasilkan nilai tambah. Kesungguhan juga akan dapat mengurangi risiko tingkat kegagalan dalam berusaha . Semua orang yang yang sukses pasti dimulai dari niat yang kuat, keyakinan yang tinggi serta usaha  keras dan cerdas. Minyak Goreng Filma sukses di pasar, awalnya dilakukan oleh seorang penjual minyak keliling yang kemudian  membangun usaha sampai mempu memproduksi sendiri . Banyak kisah sukses dengan  memulai hidup dari nol sampai menjadi pengusaha yang sangat berhasil.  

Kedua, jujur dalam ucapan dan perilaku. Salah satu kunci sukses Rasulullah saw dalam berdagang karena terkenal dengan kejujurannya, sehingga menumbuhkan kepercayaan dari pelanggan. Dalam bisnis dan dalam kehidupan apapun , kepercayaan (trust) adalah hal yang sangat penting. Kita bisa  sukses kalau memperoleh kepercayaan yang tinggi , akan tetapi bisa sewaktu-waktu jatuh manakala kepercayaan itu hilang. Dalam contoh kehidupan yang sederhana, kita mau menggunakan produk itu karena kita percaya khasiatnya benar. Menggunakan obat flu merk tertentu, pasti karena kita percaya kandungan zat dalam obat tersebut yang dibuat oleh produsen atas izin Allah swt mampu menyembuhkan atau setidak-tidaknya mengurangi penyakit kita

Ketiga, kelola usaha dengan baik. Dalam bahasa yang lebih memasyarakat, jika ingin sukses maka usaha harus dilakukan dengan manajemen usaha yang baik. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, aktualisasi aktivitas, sampai pada system pengawasan yang mampu mengamankan harta usaha dan dipatuhinya semua kebijakan oleh seluruh elemen dalam organisasi usaha.

Sebaik apapun produk, belum tentu berhasil  di pasaran kalau tidak dikelola secara baik mulai dari konsistensi kualitas yang terus meningkat, pemasaran yang baik dan distribusi yang lancar. Semua itu memerlukan system pengelolaan yang mampu menjamin semua dapat berjalan secara teratur. Disinilah pentingnya manajemen yang professional dalam berusaha.

Keempat, jangan lupa menjalankan fungsi sosial atas usaha yang dijalankan. Pengusaha yang baik adalah mereka yang  tidak semata-mata mencari keuntungan, akan tetapi juga memberikan kemanfaatan kepada masyarakat, sehingga keberadaannya menjadi kebutuhan karena memberikan nilai yang berarti dalam masyarakat.

Dalam Islam, menjalankan fungsi social atas usaha adalah kewajiban agama yang harus dijalankan setiap ummatnya. Allah swt telah menegaskan dalam surat al dzariyat 19, bahwa pada setiap kekayaan itu ada hak orang lain, diminta atau tidak. Dalam ayat lain, ummat Islam juga diperintahkan untuk mengambil sebagian kekayaan itu untuk dishodaqohkan. Bentuknya, bisa zakat, infaq dan shodaqoh atau yang dikenal sekarang dengan istilah ZIS. Salah satu fungsi dari ini semua, adalah peningkatan kehidupan bersama. Jika ini berjalan dengan baik, daya beli masyarakat meningkat dan berarti transaksi juga bertambah. Kalau sudah demikian, pengusaha juga akan meningkat usaha yang dijalankannya.

 

 

[Indeks Artikel]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang