Artikel Sabilillah

Senyumlah, Agar Anda Selalu Dicintai Allah
Ditulis pada 17-10-2015 06:11 oleh Mr. Administrator


TERSENYUM, bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, bahkan tersenyum adalah perbuatan yang sangat menyenangkan, tentunya bagi orang-orang yang memiliki hati bersih dan baik.

Namun terkadang, tersenyum itu menjadi sangat mahal harganya jika hati seseorang itu sedang dalam keadaan tidak sehat. Hati yang tidak sehat pendorong mahalnya senyuman itu banyak ragam penyebabnya, antara lain: - Hati yang sedang sedih karena suatu musibah yang menimpa. - Hati yang pendengki dan pendendam, hingga dirinya merasa berat berbaikan. - Hati yang jahat dan pemarah, yang selalu menimbulkan emosi dirinya setiap saat. Tentunya masih ada penyebab lain yang mendorong seseorang itu enggan tersenyum. Namun bagi mereka yang hatinya bersih, ahli kebaikan dan selalu memaklumi dan memaafkan kesalahan serta kekurangan orang lain, maka tersenyum adalah suatu amalan yang sangat ringan dan sangat menyenangkan. Suatu saat, Nabi Yahya AS bertemu dengan Nabi Isa AS, maka Nabi Isa tersenyum kepadanya sambil berkata, “Mengapa aku melihatmu cemberut seolah-olah kamu sedang putus asa?’’. Nabi Yahya menjawab, “Tunggulah sebentar sampai wahyu turun kepada kita.” Maka Allah menurunkan wahyu, “Yang paling Aku cintai di antara kalian adalah seorang yang selalu tersenyum kepada orang lain.” Dalam riwayat lain dikatakan, “Manusia yang paling Aku cintai di antara kalian berdua adalah yang paling baik prasangkanya kepada-Ku.” Ternyata, kebiasaan tersenyum juga menjadi standar bagi derajat seseorang di hadapan Allah SWT. Maka barang siapa yang memperbanyak tersenyum kepada orang lain, ia akan mendapatkan keberuntungan di akhiratnya nanti. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang yang selalu tersenyum, dan beliau bersabda: “Senyum kepada saudaramu adalah sedekah.” Diriwayatkan bahwa malaikat Ridwan (malaikat penjaga surga) selalu tersenyum.” Jika seseorang ingin menyaksikan senyuman indah malaikat Ridwan, tentu saja harus menghindari perbuatan yang dibenci oleh malaikat Ridwan, antara lain selalu bermuka cemberut, karena keburukan dan kejahatan hatinya. Al-Imam As-Suyuti dalam kitabnya “Ni’mat al-Kubra fi Qishshati al-Isra” meriwayatkan sebuah hadits bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Mi’raj, ketika sampai di langit pertama beliau melihat semua malaikat di langit pertama yang jumlahnya triliunan, semuanya tersenyum, dan Rasululah SAW pun gembira. Begitu juga di langit kedua, ketiga, dan ketika memasuki langit keeempat semua malaikat di langit keempat tersenyum, kecuali ada satu malaikat yang cemberut. Rasulullah SAW pun sempat bertanya kepada malaikat Jibril: “siapa gerangan malaikat yang cemberut itu ?’’ Malaikat Jibril menjawab: “Wahai Rasulullah, sebetulnya dia itu tidak cemberut dan sekarang sedang gembira dengan kedatanganmu. Akan tetapi memang pembawaannya cemberut.” Rasulullah SAW balik bertanya: “Wahai Jibril, siapa dia yang pembawaannya selalu cemberut?” Jibril menjawab: “Dia adalah Malaikat Malik, penjaga neraka jahanam.”
[Indeks Artikel]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang