Berita Sabilillah

HAUL AKBAR YAYASAN SABILILAH MALANG

 | dibaca 667 kali


Taqwa dan sejahtera menjadi modal utama meraih kesuksesan dakwah. Masjid tempat bertemunya ulama dan cendikiawan dan pedagang. Imam Al-Ghozali menulis kitabnya di Masjid Dimasq dan Ibnu Kholdun menulis kitabnya di Masjid Zaitunah dan Imam Al-Syafii juga menulus karyanya di Masjid.

Taqwa dan sejahtera menjadi modal utama meraih kesuksesan dakwah. Masjid tempat bertemunya ulama dan cendikiawan dan pedagang. Imam Al-Ghozali menulis kitabnya di Masjid Dimasq dan Ibnu Kholdun menulis kitabnya di Masjid Zaitunah dan Imam Al-Syafii juga menulus karyanya di Masjid. KH Tholhah Hasan berharap ada karya intelektual di Masjid Sabilillah. Begitu juga dengan pedagang dan pengusaha.

 

Haul Akbar Oleh KH Muhammad Tholhah Hasan. 

Haul rutinan yang diselengarkan pada malam ini (22/05/2016) yang bertepatan dengan nisfu syaban adalah acara rutinan. Tujuanya ialah untuk mengenang Haul para perintis dan pendiri keluarga besar Masjid Sabilillah Malang. 

Seperti biasanya, Haul ini di awali dengan khataman Al-Quran bilghoib dilanjutkan membaca surat Yasin dan Tahlil setelah magrib bersama jamaah Masjid Sabilillah. Yang menarik ialah, Haul kali di hadiri oleh Prof. Dr. Maskuri Bakri rektor Unisma, Prof. Dr. Mujia Raharjo rektor UIN, serta Prof. Dr. Masud Said Guru Besar Politik UNMUH, yang sekarang menjadi staf khusus kemerntrian sosial. serta tokoh dan ulama kota Malang. 

KH. Dahlan Tamrin, KH Hamzawi, Gus Anas Bashori, juga ikut rawuh dalam acara Haul Akbar Masjid Sabilillah. Begitu juga dengan tokoh-tokoh penting Masjid Sabilillah Malang. Sebagian besar yang hadir adalah ulama cendikiawan dan pemimpin dan tokoh masyarakat, dan anggota DPR. Mereka termasuk orang-orang yang hatinya benar-benar di Masjid Sabilillah. Sudah menjadi tradisi, acara puncaknya yaitu ceramah KH  Muhammad Tholhah Hasan. Beliau ibarat sumur yang tidak pernah kering, karena setiap ceramahnya selalu memberikan ilmu yang baru. Ini menandakan dalamnya pengetahuan dan spritualnya. Dalam ceramahnya, KH Tholhah Hasan berkata " ruhnya orang mukmin itu bisa berhubungan dengan baik sesama orang mukmin, baik sesama orang yang sudah wafat atau yang masih hidup. Bahkan orang yang hidup dengan orang yang sudah wafat-pun bisa interkasi dengan baik. Begitulah penjelasan Ibn Qoyyim dalam kitab Al-ruh.

Beliau juga menyampaikan bahwa Rosulullah SAW selalu berinteraksi dengan ruhnya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa, ketika peristiwa Isra dan Mraj. Bahkan berdiskusi. Para Kekasih juga bisa interaksi langsung sesama kekasih Allah SWT. Para ulama dan auliya bahkan bisa semayanan (janjian) lewat mimpi dengan gurunya lewat mimpi. Jika mereka rindu dengan gurunya, mereka bisa bertemu dan berinteraksi dengan guru-gurunya. Kemudian beliau menceritakan "Suatu ketika KH Tholhah pernah meminta ngaji kitab Ihya Ulumuddin kepada KH Idris menantu Mbah Hasyim. KH Idris terkenal dengan ke-aliman, dan mendalami ilmu hadis. Hal ini pernah disampaikan oleh KH Mustafa Yakub. Rupanya KH Idris ahli hadis itu berkata kepada Yai Tholhah" tunggu beberapa hari lagi ya, saya akan meminta ijin terlebih dahulu kepada Imam Al-Ghozali. Beberapa hari kemudian KH Idris memanggil KH Tholhah lalu berkata"Tholhah.....saya sudah mendapat ijin dari Imam Al-Ghozali, beliau telah memberikan sorbannya kepadaku. Hanya saja diantara kalian sepuluh, hanya tujuh santri yang diperbolehkan ngaji Ihya. Rupanya KH Idris bisa interaksi dengan  arwahnya kekasih Allah SWT karena mereka orang-orang bersih hatinya. dan ketiga orang dari rekan Kyai Tholhah tidak diperkenankan ngaji Ihya Ulumuddin oleh Imam Al-Ghozali.Imam Muslim bercerita. Rosulullah SAW menceritakan bahwa orang yang merasa sukses (meraka merasa sahid) orang yang pertama di adili oleh Allah SWT. Karena melakukan itu bukan karena ingin mendapat pujian (piagam dan prestasi). Karena sudah mendapat prestasi, berarti mereka sudah sampai pada tujuanya. 

Di antara Kyai banyak yang Merasa sukses berhasil. Dari kalangan Kyai dan ulama, mereka berdakwah, ngajar dan ngaji dimana-mana, tetapi bukan karena Allah tetapi karena pujian. Itulah yang didapatkan, bukan karena Allah SWT. Begitu juga dengan orang-orang kaya yang rajin sedekah tetapi karena ingin dapat pujian dari orang. Mereka adalah orang yang terpedaya (ghurur) karena merasa dirinya sukses. Merekapun akan mendapat pengadilan dari Allah SWT. Boleh bangga atas keberhasilan tetapi tidak boleh tidak terpedaya. Begitulah pesan KH Tholhah Hasan. Sebenarnya, keberhasilan takmir Masjid Sabilillah bisa jadi atas kiprah dan doa orang-orang yang mendirikan (perintis), karena kesholehan mereka dan kedekatan mereka kepada Allah SWT. Masjid Sabilillah akan berfungsi sebagai pusat peradaban bukan hanya mengajari wiridan tetapi tetapi juga memakmurkan masyarakatnya.  Maka dari itulah, Masjid Sabilillah selalu mengedepankan hal-hal yang dibutuhkan masyarakat, seperti; adanya lembaga kesehatan, ekonomi, dan juga pendidikan. Jangan sampai rajin wiridan, tetapi tidak ngurusi rumah-rumah yang bocor. Itulah yang dimaksud dengan mengembalikan fungsi masjid yang sesungguhnya

H. Abd. Adzim Irsyad, Lc (Malang, 22/05/2016).

 

 

 



Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang