Berita Sabilillah

Halal Bihalal Sabilillah Bersama KH Muhammad Tholchah Hasan

 | dibaca 107 kali


Sabilillah bergerak cepat menghadapi dinamika perkembangan. LPI yang terdiri dari TK, SD, SMA dijamin aswaja tambah kentel (melekat). Lulusan Sabilillah komitmen terhadap agama serta Aswaja serta menjaga dan mencintai NKRI.

Beliau mengawali ceramahnya menyampaikan rasa Syukur kehadirat Allah SWT atas capain LPI dalam waktu lama. Sabilillah bergerak cepat menghadapi dinamika perkembangan. LPI yang terdiri dari TK, SD, SMA dijamin aswaja tambah kentel (melekat). Lulusan Sabilillah komitmen terhadap agama serta Aswaja serta menjaga dan mencintai NKRI. Beliau menambahkan ada 161 lembaga pendidikan yang ingin mengkloning Sabilillah. Itu bertanda, Sabilillah bisa diterima masyarakat luas diseluruh pelosok Indonesia. Beliau juga menceritakan, pada hari raya tahun ini ada rombongan 120 takmir masjiid dari Sidoarjo yang berkunjung. Mereka bertanya resep tentang bagaimana mengembangkan masjid masa depan. Jumlah yang sangat fantastis. Singkatnya, KH Tholchah Hasan menyampaikan “masingmading masjid memiliki kemampuan yang berbeda. Maju tidaknya masjid tergantung tergantung pada SDM masingmasing. Yayasan Sabilillah unik, begitu banyaknya profesor dan doktor yg tidak dibayar, ikut menjadi bagian dari Sabilillah. Namun nyaman dan kerasan di Sabilillah. Kemudian, Kyai Tholchah mengingatkan seputar Khaul pendiri Masjid Sabilillah pada Ramadhan kemarin. Dimana, kita tidak hanya mengagumi para pendahulu, tapi harus bagaimana melanjutkanya memakmurkan Masjid Sabilillah supaya lebih maju. Pendiri Sabilillah yang sarjana cuma pak Asikin dan Dr.Tholchah Hasan. Ternyata, mampu membangun masjid Sabilillah yang megah. Nah, sekarang banyak profesor, juga doktor serta sarjana mestinya lebih maju dan hebat. Yayasan Sabilillah harus memberi manfaat kepada umat. Jangan sampai usia itu habis untuk urusan diri dan keluarga. Kita harus punya tekad agar bisa bermanfaat untuk umat dan bangsa. Dan itu tekad untuk umat harus dimiki segenap pengurus Sabilillah. Selaras dengan sambutan Dr. Rofiudin dimana Yayasan Sabilillah itu sebagai sarana bukan tujuan. Karena tujuan utamanya yaitu memberikan manfaat sebanyak banyaknya kepada umat manusia. Kemudian KH. Mochammad Tholchah Hasan melanjutkan “meskipun yang kita capai berhasil, jangan sampai merasa lebih baik dan maju. Merasa paling itu termasuk sifat sombong, takabbur dan arogansi. Capaian kondisi seperti ini tidak lain karena Allah SWT serta adanya dukungan dan kepercayaan masyarakat luas, mulai dari sumbangan moril serta dukungan materiil. Selain itu juga tidak lupa dukungan dan kepercayaan pemerintah terhadap Sabilillah.

Tiga kepercayaan harus dijaga dan dirawat dengan sebaikbaiknya. Kepercayaan Allah SWT, masyarakat dan pemerintah harus dijaga. Modal utama untuk kelansungan Sabilillah. Menjaga kepercayaan sangat sulit. Jika tiga kepecayaan itu hilang, itu sangat membahayakan.

Pesan Sufi Kyai Kejayaan seseorang atau lembaga itu bukan banyaknya kaweroh (ilmu) tapi karena istiqomah tirakat dan taqorrub kepada Allah. Tirakat kita tidak perlu berendam dikolam (air), atau sungai, tapi banyak sholat wengi (tahajud). Gerakan puasa senin dan kamis. Biar lebih cepet menuju kesuksesan. Ulama ulama terdahulu sukses karena banyak taqorrub kepada Allah SWT. Doa itu nggak mandih (mujarab) jika tidak ditirakati. Tokoh yang

disegani itu disamping banyak ilmu, mereka juga banyak tirakat. Jika pingin dituruti karepe(keinginannya) karo gusti Allah SWT, jangan sampai kurang puasa 100 hari puasa sunnah selama setahun diluar Ramadhan. Seperti,

6 Syawal, Puasa tiga hari setiap bulan dan puasa sunnah lainnya.Yayasan Sabilillah bisa membangun beberapa bidang semegah ini selama 23 tahun merupakan capaian yang luar biasa. Itu karena pertolongan Allah SWT. Ibadah sunnah yang dilakukan kadang mampu membuat semua menjadi istimewa, karena keikutsertaan kekuasaan Allah SWT dalam setiap kegiatan dan amal. Dalam berorganisasi jangan mengandalkan tokoh, karena tokoh bukan sebagai penunjang. Sabilillah sudah membangun sistem, bukan ketokohan. Tokoh hanya sebagai penunjang. Ibarat bank, siapapun pimpinanya bank tetap berjalan dan beroperasional. Sudah seharusnya banyak tirakat. Beliaupun menyampaikan “Kalau malam saya bangun, mendoakan Sabilillah, Unisma agar diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Jika itu rutin dilaksanakan Insya Allah setiap kesulitan akan hilang satu persatu. Jangan sampai rajin Istighosah tampa tirakat nggak akan mandih. Doa itu tanpa ditirakti, tidak ada apa-apanya. Kisah Nabi Ibrahim misalnya, Ketika Nabi Ibrahim membangun Ka’bah, Nabi ibrahim mikir bagaimana usung-usung bebatuan. Padahal, hanya ada dirinya dan anaknya saja. Karena taat perintah Allah. Beliau tidak berfikir tentang batunya, beliau laksanakan. Dan Allah SWT yang menyediakan batu batu yang di bawa malaikat. Ketika setelah selesai membangun, datang perintah lagi kepada Nabi Ibrahim untuk memanggil semua

umat manusia diseluruh dunia untuk ber’haji ke Baitullah, beliau tidak berfikir tentang bagaimana cara memanggilnya. Namun Allah SWT yang menyampaikan kepada seluruh umat manusia di dunia, hingga saat ini.

Oleh karenanya, mari semuanya kita menjaga kepercayaan Allah SWT yang telah diamanahkan kepada kita, kepercayaan masyarakat dan kepercayaan pemerintah yang ada pada kita. Selain itu, keutamaan amalan dan keistiqomahan seseorang akan lebih istimewa jika ditirakati.(*red)



Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang