Syi'ar

JANGAN DERMAWAN DI BULAN RAMADHAN SAJA Oleh : GUS YAZID

Marilah kita berkomitmen untuk men- jadi golongan orang- orang muttaqin karena Taqwa inilah merupakan kunci dari kesela- matan kita di dunia dan di akhirat terlebih kita masih dalam suasana memperingati hari raya idul fitri,

hari dimana kalau sesuai hadist Rasulullah Shallallahu alaihi wasal- lam kita diutus untuk banyak muhasabah dan berintropeksi diri melakukan evaluasi dan konsolidasi internal diri kita menata hati kita kembali, setelah satu bulan lamanya kita diberikan pendidikan yang sangat ber- harga oleh Allah di bulan ramadhan, kita tahu ramadhan ini merupakan bagian dari pendidikan dalam rangka Allah mendidik kita sebagai manusia agar betul – betul menjadi manusia di dalam bulan seperti itu kita selalu mendengar ayat Allah “Ya ayyuhal- ladziina amanu kutiba a’laikumusysyiyamu kama kutiba a’lalladiina minqoblikum la’allakum tattaquun “ yang artinya bahwa kita di utus oleh Allah, diturunkan oleh Allah Syahrun Mubarokan bulan yang penuh berkah itu hingga kita di utus oleh Allah untuk melaksanakan ibadah yang tidak biasanya kita lakukan di bulan- bulan sebelum ramadhan, kita puasa juga tidak seperti biasa kita lakukan dibulan yang lain, juga kita diutus untuk bersodaqoh tidak seperti hari hari biasa. Tujuan semua ini disebutkan oleh Allah dengan la’allakum tattaquun, agar kita ber orientasi menjadi orang yang bertaqwa Tidak aneh dalam kitab ihya’  ulumuddin imam ghozali menyebutkan bahwa bulan romadhon adalah bulan syahrut tarbiyah, bulan pendidikan, kalau kita sebagai pen- didik agar pendidikan itu berorientasi pada suatu hasil yang nyata maka kita sebagai seorang pendidik harus meletakkan visi dan misi yang jelas, untuk mungkin agar anak didik kita mendapatkan kebahagiaan di dunia dengan pendidikan yang kita berikan untuk 10 tahun lagi 20 tahun lagi, tapi kita harus tahu kalau bulan romadhon Allah memberikan visi misi kepada kita bukan untuk jangka 10 tahun sampai 20 tahun tapi allah meletakkan tujuan visi misi pendidikan itu adalah agar kita siap

untuk menghadapi bukan 10, 20,50 tahun, bahkan lebih penting dalam menghadapi kita memasuki liang lahat memasuki alam barzah dan bertemu Allah di akherat, ini lebih penting dari pendidikan yang kita beri- kan pada anak didik kita atau pendidikan yang kita dapatkan di bangku sekolah atau kuliah.  Sebab apa, Allah memberikan kita ramadhan ini pendidikannya adalah untuk mendidik kita menjadi orang muttaqin “laal- lakum tattaquun”, inilah yang harus kita jadikan I’tibar selalu, persoalannya adalah ajaran apa saja yang bisa kita dapatkan kalau Allah menyatakan ketaqwaan inilah yang menjadi tujuan utama Allah mendidik kita, bagaimana orang bertaqwa itu, ciri ciri orang bertaqwa “alladiina yu`minuuna bil ghoibi wayuqiimunasholaata wamimma rozaqnahum yunfiquun”. Ciri orang yang bertaqwa yang pertama, Orang yang percaya dengan barang yang gaib, dalam islam banyak sekali barang yang tidak bisa kita logikakan, pahala, surga, neraka,

bahkan semua rukun islam dan rukun iman bernilai abstrak yang tidak bisa kita logikakan, kita percaya kepada Allah yang gaib, malaikat yang gaib, percaya kepada al quran, bukan alqurannya tapi isi dan kandungan al qur an yang kadang kita tidak bisa mencerna dengan akal kita, kepercayaan dengan hal yang gaib ini hanya dengan hati dengan keimanan yang kuat kita akan mampu mempercayai dan meyakini, apalagi kalau kita mampu mem- praktekkan itu semua, inilah yang disebutkan al qur an sebagai ciri orang yang bertaqwa ketika kita mampu melaksanakan ibadah lebih lebih di bulan romadhon ada 3 paket yang tidak bisa dipisahkan ada shalat, puasa, zakat, semua yang diberikan Allah bernilai abstrak atau gaib. Karena itu ciri orang yang mampu melaksanakannya dengan ketakwaan adalah yang mereka melakukan itu semua dan meyakini dengan penuh keyakinan dengan tujuan taqorrub kepada Allah mendekatkan- diri kepada Allah dengan keikhlasan yang tinggi untuk kemudian ia melaksanakan dengan penuh ketertundukan dan ketaatan, karena itulah kalau kita tahu sholat itu, kita tidak bisa mencerna lebih lanjut kenapa shalat itu harus ada ruku sujud, kenapa shalat itu harus 5 waktu tidak 3 waktu,  dhuhur 4, subuh 2, maghrib 3, kita tidak bisa melogikakan ini kecuali melakukan dan meyakini dengan hati karena ini ba- gian dari ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Kenapa juga puasa itu harus dari subuh sampai maghrib ini semua tidak bisa kita cerna dan kita  tidak bisa berijtihad untuk kita ganti dari maghrib sampai subuh, apalagi reward yang kita dapatkan adalah pahala yang bersifat abstrak, semua ini akan bisa kita lakukan dan kita selesaikan dengan sebaik-baiknya hanya dengan penuh keikhlasan sebagaimana perintah Allah “wamaa umiruu illa liya’buduun mukhlisina lahuddin” bahwa kita melaksanakan dengan penuh keikhlasan tanpa ada keinginan yang bersifat dohiriyah kalau kita benar benar melaksanakan keimanan dan ketaqwaan di dalam hati.

 



Last Update: 20-08-2014 01:46

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang