Syi'ar

Hati Nurani (Bagian 3 Habis)

16.  Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka men- jadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. Demikianlah beberapa penjelasan dan peringatan dari Allah SWT kepada kita semua, agar benar-benar selalu menjaga hati nurani ini supaya tetap jernih dan lembut. Tidak tercemar atau menjadi hati yang keras. Kita harus sungguh-sungguh merespon peringatan dari tuhan ini dengan sebaik-baiknya untuk keselamatan kita
sendiri, karena Allah pernah memperin- gatkan dengan ancaman yang cukup keras kepada orang-orang yang keras hatinya, tidak mau menerima kebenaran yang datang kepadanya. Ancaman Allah itu dapat kita perhatikan pada Surat Az-Zumar ayat 22:
22.  Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu
hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata. Akhirnya marilah kita bersama terus menerus berusaha menjaga hati nurani agar tidak tercemar oleh berbagai kotoran yang dapat membutakan hati. Penjagaan itu kita lakukan dengan secara sungguh-sungguh menghindari berbagai bentuk kemungkaran dan kemaksiatan. Namun sebagai manusia biasa yang masih sering lalai dan lupa, maka rajin memohon ampun, beristighfar dan bertaubat adalah langkah yang tak kalah pentingnya. Mudah-mudahan dengan demikian Allah SWT berkenan mengam- puni kita dan semoga selalu menjaga kita sehingga dapat menghindar dan sempat bertaubat dari segala kesalahan dan dosa. Amiin. (*)



Last Update: 20-09-2014 00:54

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang