Syi'ar

Menjaga Kualitas Puasa

HAMPIR semua hidup Rosulullah SAW untuk berpuasa. Begitu juga dengan Nabi-nabi terdahulu. Salah satu kehebatan dan kemulyaan seeorang ditentukan bagaimana dia menjaga sholat dan puasanya.

Derajat seseorang baik di dunia maupun ahirat juga terletak pada kualitas sholat dan puasanya. Puasa itu bgitu banyakbdan besar manfaatnya, baik secara probadi, sosial, ekonomi mapun kesehatan. Bahkan puasa yg kita kerjakan aksn memberikan syafaat kepada rang yang menjalankannya dengan baik (Iman dan ihlas karena-Nya). Cukup banyak dalil (argumentasi), baik yang bersumber dari kitab suci dan Al Quran, bahkan hasil sebuah penelitian ilmiah seputar dasyatnya manfaat puasa, baik itu puasa wajib maupun puasa sunnah. Beruntunglah bagi orang yg diberikan kesempatan dan waktu bisa melaksanakan puasa karena Allah SWT. Sebuah hadis Rasulullah SAW yang perlu kita renungi, beliau SAW bersabda: “Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata,’Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan.’” (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani) Bahkan orang yg ngerjakan puasa itu, dosa-dosabya bisa luntur alias dapat pengampunan. Nabi SAW pernah berkata”antara Ramdahan satu dengan Ramadhan lain itu pelebur dosa, kecuali dosa-dosa besar”. Abu Hurairah RA’ berkata, Rasululloh SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala dari Alloh maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari & Muslim) Semoga Allah SAW menjadikan puasa kali ini sebagai pelebur dosa, juga mengangkat derajat manusia lebih baik, juga menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama. Juga merubah pribadi kita lebih baik. Yang jelas, puasa yg benar-benar karena Allah SWT, serta mengharapkan ridho-Nya, akan melahirkan sikap yg dermawan, selalu menahan amarah, dan juga menjadi orang pemaaf. Itulah makna “Al-Muttaqin” yang sesungguhnya. (Jember, 16/06/2015)

Last Update: 23-06-2015 04:22

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang