Syi'ar

Menguji Ikhlas

BAHKAN setiap menyebut nama-Nya dan bersholawat kepada Rosulullah, bibirnya bergetar, tubuhnya mengigil, karena rasa rindu dan takut kepada-Nya. Itulan namanya cinta yang sesungguhnya kepada Allah SWT.

Seorang yang taat kepada Alla SWT bukan berarti tidak kekuaragnan dan kesulitan dalam hidupnya. Justru banyak orang yang rajin sholat berjamaah, sholat sunnah, puasa sunnah, hafal Quran, rajin tahajudan dan tidak pernah menyakiti teman, justru terlihat menyedihkan dalam hidupnya. Ali Ibn AbibThalib ra, menantu Nabi sekaligus keponakan. Kurang apa dengan Ali ra, beliau hafal Quran, hadis, berilmu, dapat jaminan surga, kuat puasa dan sholat malam. Realitasnya Ali ra sering bertengkar dengan istrinya. Ali ra juga sering kesulitan dan kekurangan finansial. Apakah doanya Ali Ibn Abi Thalib ra tidak dikabulkan. Ali ra, seorang sahabat zuhud, wara, qonaah dan Ikhlas. Kondisi apapun Ali ra, tidak pernah mengeluh kepada-Nya. Seringkali orang mengeluh dengan kondisinya, padahal itu kadang bentuk perhatian Allah SWT terhadap hamba-Nya. Seorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa dalam hidupnya. Doa orang sholih sudah pasti langsung sampai kehadirat Allah SWT. Tetapi orang-orang sholih lebih suka hidup sederhana karena lebih indah dan nikmat. Orang sholih itu lebih suka mendoakan orang lain lebih sukses finansialnya dari pada berdoa untukbdirinya sendiri. Salah satu ciri khas sifat orang sholih, selalu berusaha membahagiakan orang lain. Orang sholih itu yakin bahwa membantu orang lain itu sama dengan membantu dirinya sendiri. Keyakinan itulah yang membuat dirinya ikhlas dan tidak merasa khawatir terhadap masa depan hidupnya. Allah memerintahkan berusaha dan berdoa. Tetapi yang menentukan adalah Allah SWT. Biarlah Allah SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita. Sekuat dan sehebatpun kita, jika Allah tidak berkenan, maka kita tidak ada artinya. Yang terpenting kita tidak pernah menyerah dalam berihtiyar dan berdoa. Allah SWT yang lebih tahu memberikan yang terbaik untuk kita semua. Seringkali manusia itu bekerja tetapi meminta imbalan yang pantas dengan alasan profesionalisme. Karena alasan itu orang berlomba-lomba kuliah hingga bergelar doctor hingga memperoleh gelar profesor.Tentu saja gelar itu akan mengangkat derajat finansial dan juga punya pujian. Pujian dan finansial itulah yang dicari sebagian besar orang yang hidup dibelahan nusanatara ini. Walaupun tidak kita nafikan masih ada segelintir manusia yang bekerja Ikhlas karena-Nya. Ketika kerja kita tidak dihargai, bahkan dicaci maki, bahkan dianggab tidak berguna sama sekali, maka saat itulah kita sedang belajar tentang llmu Ikhlas. Ketika usaha kita dinilai tidak penting, maka saat itu kita sedang belajar tentang Ilmu Sabar. Ketika hatimu terluka sangat dalam, karena ejekan, cacian, maka saat itu kamu sedang belajar tentang betapa pentingnya memaafkan. Allah SWT menjelaskan bahwa ciri-ciri orang bertaqwa adalah suka berbagi kepada sesama, baik dalam kondisi lapang maupun susah. Orang yang bertaqwa itu tidak gampang marah, dan paling suka memaafkan kesalahan orang lain. Orang yang pemaaf berarti telah menjadi orang sabar, dan orang sabar itu di sayang Allah SWT. Ketika kamu lelah dan merasa kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan. Allah SWT melarang berputus asa, sebaliknya Nabi SAW memotifasi agar manusia terus berusaha tanpa henti. Orang Arab sering mengatakan:”barang siapa yang bersungguh-sungguh, pasti berhasil”. Begitulah dakwah dan perjuangan Nabi SAW di dalam membumikan isi Al-Quran, siang dan malam nabi terus berusaha tanpa mengenal putus asa. Begitulah islam yang indah dan menyenangkan. Allah SWT me- naruhmu kita ditempat, dimana kita berpijak, bukanlah sebuah kebetulan, melainkan itu kehendak-Nya. Maka jadikanlah tempat itu menjadi medan perjuangan sesuai dengan profesi dan posisi. Tentu saja, semua harus dilakukan dengan Ikhlas karena Allah SWT. Dengan begitu Islam kuat dan kokoh, karena masing-masing hamba-Nya selalu berbuat dan beramal karena Allah SWT dan cinta Rosulullah SAW. Ketahuilah, orang yang sukses, hebat, dan berhasil mengapai cita-citanya, tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan dalam hidupnya. Mereka di bentuk melalui kesulitan, perjuangan, bahkan air mata. Begitulah pesan kitab suci Al-Quran, bahwasanya dengan kesulitan akan muncul kemudahan. Baka berbagialah bagi orang-orang yang sedang kesulitan atau sedang dalam ujian, karena sebentar lagi akan mendapatkan kemudahan dan kesuksesan. Dengan catatan sabar dan ikhlas dalam menjalankan hidup ini di bumi Allah ini. (ADZ)

Last Update: 17-10-2015 04:38

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang