Syi'ar

Pesona Menikah Karena Allah

Menikah itu indah,menambah bikin hidup menjadi lebih bergairah, tujuan terarah, keluarga sakinah dan berkah.

Tidak kalah pentingnya, menikah itu sunnah Rosulullah SAW, jika dilaksanakan dengan niat yg baik, bener, dan semata-mata mengharap ridho-Nya pasti akan bahagia. Bahagia itu sederhana, khususnya bagi seorang wanita yang sudah menikah. Disayang, dimanja, dipanggil cinta itu begitu menyenangkan. disenyumi suami begitu berbunga-bungga hatinya. Apalagi dapat ciuman dan pelukan serta dekapan sang suami, pasti sangat bahagia, lebih bahagia ketimbang mendapatkan emas permata. Bagi seorang suami, bahagia itu lebih sederhana lagi lho. Senyuman seorang istri, panggilan mesra, setia menemani baik dalam suka maupun duka merupakan anugerah yang amat luar biasa bagi seorang suami. Apalagi saat suami sedang sakit, kemudian sang istri dengan setia merawat dan men dampinginya. Itulah surga dunia. Belum lagi kecerdasan sang istri yang sangat faham dan mengerti bagaimana keinginan dan kesukaan sang suami. Sang istri siap dan tanggab memberikan yang terbaik hanya untuk sang suami tercinta. Sederhana bukan. Untuk itulah, Nabi SAW mengajarkan kepada semua pengikutnya, baik yanh hidup bersama Nabi SAW, maupun setelahnya hingga sekarang dan yang akan datang agar setiap akan melakukan amalan yang baik harus disertai niat yang baik dan benar. Khususnya ketika menikah, tentu saja, niatnya karena-Nya, juga ingin meniru Rosulullah SAW, bukan karena landasan harta, muka (cantik/ganteng), karena semua akan sirna ditelan masa dan usia. Tubuh yang indah, kulit yang halus nan mulus, wajah yang cantik nan menarik, body yang tinggi nan semampai, menjadi idaman setiap lelaki dan menjadi kebangaan kaum wanita sendiri. Jangan sampai itu semua menjadi landasan utama sebuah pernikahan. Boleh, bahkan sangat diajurkan memilih pasangan dengan kriteria itu, karena fitrah manusia memang demikian. Tetapi ketahuilah, ketika semua itu berubah dengan waktu yang begitu singkat dan cepat, suami akan segera lari dan mecari lagi yang lebih indah. Benar sekali anjuran Rosulullah SAW agar kriteria fisik bukanlah landasan utamanya. Secara khusus, Rosulullah SAW me- ngan jurkan menikahi yang subur atau banyak anak (walud) dan penuh kasih (wadud). Tetapi, itu juga bukan landaan utama sebab tidak semua wanita ditakdirkan memiliki anak. Jika kemudian pasangan hidup mandul, atau sakit yang menyebabkan tidak bisa memberikan keturunan, maka seorang suami/ pasangan akan berusaha menjauh pergi jika seorang istri tidak mampu menghadirkan buah hati. Setiap laki-laki harus mengerti watak dan karakter asli seorang wanita. Begitu juga sebaliknya. Wanita itu keras, kaku, menangnya sendiri, tidak mau menggalah susah dinasehati. Pesan Nabi SAW agar suami itu sabar dan bijaksana dalam menghadapinya. Dengan bijak itulah ke.udian wanita bisa berubah lebih baik. Jangan sampai melihat pribadi yang baik saat awal pertama berjumpa, kemudian menjadi landasan menikah, sehingga landasan pernikahan kesan pertama pertemuan lupa akan pesan agama. Maka tatkala, seorang wanita menampakkan watak aslinya, kenuan serang suami melarikan diri lari krn melihat watak istri yang mudah berubah tingkah lakunya. Kembali lagi pada niat. Semua orang ketika ditanya tentang kenapa menikah dengan pasangan. Mereka menjawab karena cinta. Tetapi banyak laki-laki yang berpaling dari istrinya, banyak wanita yang selingkuh dengan laki-laki lain, padahal mereka waktu menikah bilang cinta kepada pasangan. Ternyata cinta itu mudah sirna dimakan waktu dan musim. Maka jaganlah "mengungkan cinta". Jangan jadikan cinta itu satu-satunya landasan pernikahan, sebab hati manusia itu selalu berubah setiap saat dan waktu. Jadikalah menikah itu karena ibadah kepada Allah SWT dan cinta kepada Rosulullah SAW. Sesungguhnya Allah SWT itu kekal dan abadi, ng pemberi cinta dan yang merubah hati manusia. Cintailah Allah SWT dan Ro sul-Nya, niscaya Allah akan mencintai hamba-Nya. Maha Pemberi hidup kepada makhluk-Nya. Sebab seseorang itu kelak akan dikumpulkan dan disatukan dengan orang-orang yang dicintainya. Cintailah keluarga itu, mereka itu kelak akan di kumpul kan di surga bersama-sama selalu dikunjungi Rosulullah SAW. (ADZ)



Last Update: 29-10-2015 06:36

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang