Syi'ar

Memakmurkan Rumah Allah

KATA memakmurkan berasal dari kata dasar makmur. Kata tersebut merupakan serapan kata dari Bahasa Arab yang memiliki banyak arti, diantaranya adalah membangun, memperbaiki, mendiami, menetapi, mengisi, menghidupkan, mengabdi, menghormati dan memelihara.

KATA memakmurkan berasal dari kata dasar makmur. Kata tersebut merupakan serapan kata dari Bahasa Arab yang memiliki banyak arti, diantaranya adalah membangun, memperbaiki, mendiami, menetapi, mengisi, menghidupkan, mengabdi, menghormati dan memelihara. Kata itu dipakai oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang juga menunjukkan keutamaan pemakmur rumah Allah atau masjid:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At Taubah 18)

Dengan demikian, arti memakmurkan masjid adalah membangun, mendirikan dan memelihara masjid, menghormati dan menjaganya agar bersih dan suci, serta mengisi dan menghidupkannya dengan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Sejarah mencatat sedikitnya ada sepuluh fungsi dan peran masjid pada masa Rosulullah SAW, khususnya Masjid Nabawi, yaitu sebagai berikut :

1. Tempat ibadah.

2. Tempat musyawarah dan konsultasi.

3. Tempat pendidikan.

4. Tempat latihan militer dan persiapan alatalatnya.

5. Tempat pengobatan para korban perang.

6. Tempat pengadilan dan mendamaikan sengketa.

7. Tempat santunan sosial.

8. Tempat menerima tamu.

9. Tempat menahan tawanan.

10. Pusat penerangan dan informasi serta pembelaan agama.

Berkaca dari definisi memakmurkan masjid dan sejarah Rosulullah SAW, maka setiap bentuk ketaatan kepada Allah bisa digolongkan sebagai usaha memakmurkan masjid. Syekh Muhammad Ali As-Shabuni dalam Rowai-ul Bayan Tafsir Ayatul Ahkam menerangkan ada dua cara memakmurkan masjid. Beliau mengatakan:

ذًَهًَبًَ بًًَعًْضًُ إًلًْعًُلًَمًَاءًًًِ إلًَ أًًَنًَّ إًلًْمًُرًَإدًَ بًًِعًِمًَارًَةًِ إًلًْمًَسًَاجًِدًِ هًًُوًًَ بًِنًَاءًُهًَا وًًَ تًَشًْيًِيًْدًُهًَا وًًَ تًَرًْمًِيًُْ مًًَا تًًُْدًَمًُ مًًِنًَْا. وًًَ قًَالًَ بًًَعًْضًُهُمًْ :ً إًَلًْمًُرًَإد عًًًَُِِارًَتًَُا بًًِِلصًَّلًََةًِ وًًَ إلًْعًِبًَادًَةًِ وًًَ أًَهوًًَْإعًِ إًلًْقًُرًُبًَِتًِ

Sebagian ulama berpendapat bahwa memakmurkan masjid adalah dengan cara membangun, memperkuat, dan memperbaiki bangunan yang rusak. Sementara pandangan lain mengatakan, yang dimaksud memakmurkan masjid ialah mengerjakan shalat dan segala bentuk ibadah di masjid. Sungguh patut kita syukuri. Di negeri ini, kita sebagai muslim bisa beribadah dengan mudah. Terutama kita yang hidup di Jawa, masjid ada di mana-mana. Kesempatan untuk beribadah senantiasa terbuka. Cobalah jika kita hidup di negeri yang muslimnya masih minoritas. Kita mungkin akan merasakan kesulitan yang luar biasa untuk hanya melaksanakan sholat Jum’at, apalagi sholat lima waktu berjama’ah. Di Indonesia terdapat sangat banyak masjid, sekitar 1 juta masjid. Sebuah angka yang cukup fantastis sehingga kita sangat bergembira dengan bangunan masjid yang ada di mana-mana dan banyak jumlahnya. Dan yang lebih menggembirakan lagi adalah bahwa hampir semua bangunan masjid terlihat indah, megah bahkan mewah dengan berbagai fasilitas yang memberikan kenyamanan. Tapi yang membuat kita harus berfikir sekaligus membuat miris adalah banyaknya masjid yang besar dan megah tapi ketiadaan jama’ah. Apakah ini indikasi bahwa iman kita yang menurun atau rasa syukur kita yang mulai luntur? . Mengapa miris ? Karena ternyata banyak masjid yang tidak makmur. Masjid hanya digunakan sebagai tempat sholat fardlu saja, itupun sepi dari jama’ah. Maka tugas kita hari ini bukan lagi memperbagus fisik masjid. Apalagi membangun masjid baru yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari masjid yang telah ada. Tugas kita adalah memakmurkan masjid. Ada beberapa langkah untuk memakmurkan masjid :

Pertama, niat. Seseorang yang ingin memakmurkan masjid harus memiliki niat dan cita-cita yang kuat. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW : Segala sesuatu itu tergantung pada niatnya.

 Kedua, memiliki pengetahuan tentang masjid. Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang masjid akan susah untuk memakmurkan masjid. Di dalam Al Quran juga disebutkan bahwa segala sesuatu itu harus diserahkan kepada ahlinya.

 Ketiga, membuat program pemakmuran masjid.

Keempat, selaraskan program tersebut dengan keinginan jamaah. Program pemakmuran masjid yang baik adalah yang bisa menjawab keinginan dan kebutuhan daripada umat sehingga mereka menjadi sejahtera seperti kebutuhan umat akan agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lain sebagainya.

Kelima, laksanakan dengan ikhlas dan evaluasi. Setiap program yang sudah direncanakan dan ditulis harus dilakukan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan dari manusia. Semuanya harus ditujukan kepada Allah. Selain itu, pelaksanaan program-program tersebut juga harus dievaluasi secara berkala untuk mendeteksi program mana yang jalan dan mana yang tidak.

Keenam, yakin. Jika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan dengan baik dan benar, maka langkah terakhir yang harus dilakukan adalah yakin kepada Allah. Jika apa yang diperintahkan Allah dilakukan, maka Allah akan memberikan hasilnya. Memakmurkan masjid adalah perintah Allah, maka dari itu Allah akan menjamin orang yang memakmurkannya. Setiap amal yang baik pasti ada nilai keutamaan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rosul- Nya. Keutamaan yang sedemikian besar memotivasi kaum muslimin untuk selalu melaksanakan kebaikan itu, begitu pula bila kita memakmurkan masjid juga memiliki beberapa keutamaan:

1. Dikelompokkan sebagai orang mukmin sejati.

2. Allah akan membangunkan rumah baginya di surga.

3. Dimuliakan oleh Rosulullah SAW.

4. Termasuk dalam golongan diantara 7 golongan yang akan mendapatkan perlindungan Allah pada saat tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. Dengan keutamaan yang sedemikian besar dan mulia, seharusnya kita semakin termotivasi untuk memakmurkan dan memiliki tanggungjawab yang lebih besar terhadap masjid sebagai rumah Allah.

Wallahu a’lamu bish showab



Last Update: 01-08-2018 11:32

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang