Kolom Utama

Ada Surga Dirumah Kita

Setiap orang pasti ingin memiliki anak yang sholeh dan sholehah. Buat apa memiliki harta yang banyak tapi tidak punya anak yang sholeh, lebih baik secukupnya atau bahkan sedikit harta tapi asal memiliki anak yang sholeh dan sholehah karena anak yang sholeh akan dapat menyelamatkan dirinya di dunia dan di akherat kelak.

Melihat kejadian di Indonesia saat ini sepertinya Indonesia sudah krisis ahlak. Jaman dulu anak berbicara dengan orang tua sangatlah santun (bahasa jawa boso), bahkan berbicara dengan menatap orang tua saja tidak berani, ia selalu nenunduk kalau berbicara. Jaman sekarang, orang tua bicara satu kali, anak sepuluh kali, ditambah sudah tidak ada lagi santun dan boso pada orang tua. Banyak kejadian di Indonesia yang harus dijadikan perhatian dan evaluasi bagi orang tua. Ada sebuah kejadian, seorang anak mengunci ibunya di kandang kambing. Ada seorang anak melaporkan ibunya ke kantor polisi. Ada orang tua, nenek Aminah, di tuntut anaknya ganti rugi satu milyar. Ada anak baru umur 12 tahun memukuli ibunya sampai babak belur hanya karena terlambat mengantar makanan. Ada anak remaja laki- laki menyembelih ibu kandungnya sen- diri,naudzubillah. Jangan-jangan karena faktor ini yang membuat Indonesia banyak musibah dan bencana di mana-mana. Kita ingat sejarah nabi Nuh AS yang saat itu Alloh menenggelamkan seluruh isi dunia ini, ini kanapa?, bukan hanya karena umat nabi Nuh AS banyak yang membangkang kepada Alloh SWT, tapi juga ada anak yang durhaka kepada orang tuanya, ialah Kan An putra nabi Nuh AS sendiri. Saya menarik kesimpulan, tsunami, musibah banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, kebakaran, dan lain-lain, yang datang ke negeri ini, jangan-jangan penyebabnya adalah di negeri ini sudah banyak “kacang lupa kulitnya” yaitu banyak anak di negeri ini sudah tidak bisa menghargai orang tuanya bahkan durhaka kepada orang tuanya. Banyak anak yang memanfaatkan orang tuanya sebagai buruh dan pekerja dirumahnya serta menjaga anak-anaknya. Tidak jarang terjadi pelecehan, kata-kata kotor, caci maki, hingga penyiksaan terhadap orang tuanya sendiri. Kita sering berdoa mohon kepada Alloh SWT, jadikan anak-anak kami anak yang sholeh dan sholehah, tapi kita sendiri belum menjadi anak yang sholeh bagi ayah dan ibu kita. Banyak kebodohan yang anak jaman sekarang lakukan. Anak jaman sekarang bisa ra- mah dan sopan dengan orang lain, tapi ke- pada orang tuanya ia bicara kasar bahkan berani membentak jika orang tua nya tidak sesuai dengan keinginannya. Buat apa kita baik dimata orang tapi hina dimata ibu bapak kita?, lebih baik biarlah orang lain me- nganggap kita hina tapi baik dimata ibu bapak kita. Kenapa Tangan orang dicium-cium tangan bapak ibu kita gak pernah dicium, paling kita cium tangan bapak ibu kita setahun sekali kalau hari raya kita minta maaf, itupun setengah hati. Kenapa makam-makam keramat yang jauh-jauh di datangi?, tapi keramat yang dekat ibu bapak kita dirumah tidak kita urusi. Banyak sekali jaman sekarang dikampung bapak ibunya terlantar cari-cari makanan kesana kemari lantaran anaknya jauh-jauh semua, sudah bersuami istri, rumah sendiri, tak pernah lagi hiraukan orang tuanya lantaran sibuk urus diri sendiri, paling setahun sekali duakali datang ke orang tua membawa 100, 200, 300 ribu dan sudah merasa berbuat baik pada orang tua. Kenapa batu nisan orang dicium-cium, tanah kuburan dikan- tongi?, sedang keramat hidup bapak ibu nya di sia-siakan. Menurut hemat saya, silaturrahim itu yang hidup dulu baru ke- mudian yang mati. Yang mati tidak perlu dicium-cium nisannya, gak perlu dibawa- bawa tanah kuburannya, cukup ia di doakan sudah bahagia, kalau gak percaya bisa di coba mati dulu kita doakan.. hmm. Orang tua kita itu justru lebih keramat dari yang lain, begitu keramatnya, jangankan doanya, sumpahnya pun bisa jadi kenyataan. Doanya makbul sumpahnya manjur. Sudah banyak contoh-contoh legenda anak durhaka pada orang tua. Sudah ba- nyak kisah-kisah te ladan dari Ro- sululloh yang kita dengar. Seorang yang rajin ibadah ber- nama Juraid ke tika sholat, ibunya me- mang gil hingga tiga kali pang- gilan ia tidak men jawab, ibunya terluka lalu keluar sumpahnya, dan sumpahnya dikabulkan oleh Alloh SWT. Perlu di ingat!, rajin sholat, gemar ibadah, disumpahin ibunya tembus. Bagaimana anak jaman sekarang sudah malas ibadah, gemar maksiat, sukanya games, dipanggil ibunya tidak menjawab?. Maka dari itu para ulama’ menganjurkan kalau lagi sholat sunnah dipanggil ibunya segera batalkan sholatnya, karena sholatnya sunnah, menjawab panggilan ibu lebih mulia. Di akhir uraian ini saya tutup denga uraian indah “ Kalau kita ingin membayar semua jasa ibu bapak kita, demi Alloh nyawa kita tidak akan sanggup membayarnya”. Kisah seorang sahabat nabi SAW, namanya Abdulloh bin Umar, ketika musim haji ia memandang kea rah ka’bah, tiba-tiba ia meneteskan air mata menangis sejadi-jadinya, karena ia melihat seorang anak muda menggendong wanita tua di lehernya, anak muda itu me- ngelilingi ka’bah tujuh kali putaran Abdulloh bin Umar menangis lalu bertanya, “ Siapa wanita tua yang ada di lehermu itu?”. Anak muda menjawab,”Yang ada di le- herku ini ibuku”. “Subhanalloh”. Ia mend engar juga jika pemuda ini menggendong ibunya jauh dari Yaman menuju Mekah, di padang pasir yang panas hingga kakinya berdarah dan mengelupas, itu di- lakukan kerena ia begitu cintanya pada ibunya. Pemuda tersebut lalu balik bertanya pada Abdulloh bin Umar, “ Apakah dengan cara seperti ini, aku sudah bisa membayar jasa ibu saya?”. Abdulloh bin Umar sambil menangis lalu berkata, “ Seribu kali kau gendong ibumu di lehermu, seribu kali kamu thawaf di ka’bah, seribu kali kakimu ber- darah-darah, seribu kali kakimu mengelupas, satu tetes darah ibumu ketika ia melahirkanmu, tidak akan pernah cukup untuk bisa kau tebus”. “Subhanalloh”. Satu tetes saja tidak bisa kita tebus walau dengan jihad seberat dan sedahsyat itu. Lalu bagaimana dengan ibu yang terluka hatinya karena perbuatan kita, dan belum memaafkan kita atas kesalahan yang kita buat, hingga ia tutup usia?. Jangan mimpi kita akan men- dapatkan ridhonya Alloh SWT sebelum kita mend apatkan ridho dari kedua orang tua kita. Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radli- yal laahu ‘anhu bahwa Nabi Sha- llallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda yang artinya: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah ter gantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim. Perlu di ingat!, rajin ibadah, puasa setiap hari, sedekah terkenal dimana- mana, haji tiap tahun, umroh tiap bulan, tapi durhaka kepada orang tua, kata nabi, haram mencicipi bau surga jarak seribu tahun perjalanan menuju akherat. “Allah tidak akan menerima shalat orang dibenci kedua orang tua nya yang tidak menganiaya kepada nya”. (H.R. Abu al-Hasan bin Makruf). “ Ada tiga golongan yang Allah tidak menerima (amal kebajikannya) dari yang sunnah maupun yang fardhu, yaitu durhaka kepada orang tua, orang yang suka mengungkit-ungkit keb aikann ya, dan orang yang mendustakan takdir”. (H.R. Thab rani). “ses ungu hnya aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan seribu tahun, dan demi Allah tidak akan men dapati nya barang siapa yang durhaka dan memutuskan si- la turahim”. (H.R.Thabrani). Marilah kita selalu mendoakan orang tua kita, dan memperbaiki sikap kita, kita jaga hatinya, kita senangkan hatinya, karena surga ada dirumah kita sendiri. Di kutip dari ceramah agama Habib Ahmad Al Habsyi (Jakarta) di Masjid Sabilillah (22/10/15)

Last Update: 29-10-2015 06:39

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang