Kolom Utama

LAZIS Sabilillah adalah Jembatan Kebaikan

Setelah merenung dan mengikuti 12 tahun perjalanan LAZIS Sabilillah

Setelah merenung dan mengikuti 12 tahun perjalanan LAZIS Sabilillah yang terus berkembang. Setelah mengikuti dan mendampingi program program sosial dan program pelayanan keummatan LAZIS. Setelah membaca buku buku tentang pemyebaran kebaikan sosial berbaur dengan pemikiran filantropisme orang orang kaya yang mendadak menemukan kebahagiaan karena kepeduliaannya, saya berfikir LAZIS Sabilillah adalah jembatan emas yang menghubungkan orang baik untuk menemukan kebaikan hidup Ya. LAZIS Sabilillah hadir laksana jembatan. LAZIS akan menghubungkan atau menjembatani kebaikan hati dan pancaran keimanan dan ketaqwaan para aghniya, menjembatani waktu orang orang berpunya dan menjembatani para Muzakki dan donatur tetap maupun donatur tidak tetap untuk “bertemu setiap saat, berjumpa saat pagi siang-malam dengan anak anak yatim, para fuqoro - masakin entah mereka tinggal dimana, atau “berjumpa dan ber ulur tangan” dengan puluhan orang lansia jompo yang bibirnya seting berdzikir dan berdoa, bersilaturrahmi dengan 40’an pengelola TPQ dan Mushollah binaan LAZIS dimanapun mereka. Walau mereka sibuk kerja, walau mereka tak kenal dengan awak LAZIS dan orang orang yang mereka santuni, walaupun mereka tak mengingat ngingat kebaikan tahun ini dan tahun tahun lalu lewat LAZIS, lantaran Zakat infaq dan shadaqah mereka mengalir, maka mengalir pula pahala dan kebahagiaan pada diri mereka melalui jembatan kebaikan bernama LAZIS Sabilillah.

Ya LAZIS telah mencoba menjadi “selang atau talang” dimana kebaikan para donatur itu mengalir hilir mudik tanpa jeda. Dalam beberapa kesempatan rapat dan komunikasi informal - interpersonal, dalam beberapa percakapan pribadi dengan awak LAZIS dan para relawannya, saya sudah mulai memperkenalkan salah satu jati diri mereka sebagai jembatan. Jembatan memang berat, dalam punggungnya akan ada beban yang memungkinkan beberapa jenis kendaraan lewat menyeberang dari sisi sungai yang satu ke sisi sungai yang lain. Jembatan fungsinya untuk meniadakan gap komunikasi dan jarak antara kaum lebah dangan kaum berpunya yang beriman dan bertaqwa. Jembatan harus kuat, semakin kuat jembatan semakin lancar pula lalu lintas. Salah satu syarat menjadi jembatan yang baik ialah dia harus tabah dan diam walau beban kendaraan dan apa saja menempuk diatasnya. Jembatan tak boleh bocor dan berlubang. Jembatan yang baik harus mulus dan kokoh. Jembatan tak boleh berguncang dan berulah. Jembatan harus bersih dan cerah penerangan jalannya. Jembatan harus sepi, jangan ada orkes atau tanggapan macam macam diatas jembatan, jangan ada bioskop misbar diatas jembatan. Jembatan yang baik bahkan harus memuluskan segala kebaikan. Itulah falsafah LAZIS sebaga jembatan kebaikan. Bahkan ke depan LAZIS bukan saja jembatan. Bahkan ia akan tampil sebagai bendungan. Apa maknanya?. Dibawah jembatan itu akan ada timbunan jutaan liter air yang terkumpul dari berbagai mata air kebaikan yang jernih yang ditampung untuk mengairi sawah sawah yang kering dan menyububurkan tanah yang gersang dan menumbuhkan berbagai jenis makanan dan memproduksi buah buahan juga memperkuat ladang pertanian. Bendungan kebaikan LAZIS Sabilillah akan membagikan secara adil dan bermartabat, air kehidupan kepada khalayak. Ya. Bendungan yang diatasnya ada jembatan besar sekaligus. Dalam konteks kehidupan yang lebih nyata, maka LAZIS Sabilillah harus semakin kuat. LAZIS Sabilillah harus lebih komunikatif dan kooperatif dengan masyarakat aghniya, LAZIS Sabilillah harus istiqomah sebagai jembatan dan bendungan air kebaikan yang terpercaya.



Last Update: 01-08-2018 13:43

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang