Ekonomi Islam

Menciptakan Peluang Dan Menghindari Kegagalan Usaha oleh : Noor Shodiq Askandar

BAGI orang yang kreatif, sebetulnya setiap kejadian adalah peluang bisnis. Setiap peluang yang dioptimalkan pasti akan mendatangkan keuntungan.Be- gitulah kalimat bijak yang semestinya tertanam pada setiap orang, apalagi bagi yang ingin menjadi pebisnis.

Pebisnis yang baik adalah mereka yang selalu ”positif thinking”  atau dalam Islam dikenal dengan sebutan ”khusnudzon” pada setiap keadaan.  Pada saat ada jalan rusak di suatu daerah, ada pe- ngusaha kecil yang mengamati terus dan kemudian mengambil sebagai peluang bisnis ada situasi yang umumnya orang berpandangan tidak baik. Bapak tua ter- sebut kemudian berdagang sandal jepit di tempat tersebut. Kenapa demikian? Karena dari hasil pengamatannya, akibat jalan berlubang,  banyak orang yang terjatuh dan sandalnya rusak. Mereka butuh solusi dan pedagang sandal jepit tersebut datang membawa solusi yang diinginkan konsumen. Transaksipun terjadi dan keuntungan diraih. Wirausaha muslim yang baik, tidak boleh mengeluh kalau ada kejadian yang dianggap kurang menguntungkan, karena setiap keadaan yang ditetapkan Allah swt pasti ada hikmahnya. Ada nilai tersembu- nyi yang tidak diketahui sampai saatnya tiba. Oleh karena itu patut disyukuri jika kita dapat menemukan peluang untuk dapat meningkatkan kesejahteraan hidup. Ada orang sakit, berarti ada peluang membangun klinik. Banyak orang hamil, terbuka peluang membuka usaha Rumah Bersalin. Puasa Ramadlan mendatangkan peluang jual jajanan untuk ta’jil dan lauk pauk karena orang pada malas memasak sendiri. Begitu seterusnya. Wirausaha bukan sekedar membangun usaha, tetapi mulai dari bagaimana me- neropong keinginan konsumen, mengo- lahnya dan kemudian menciptakan produk, membuat sistem kerja yang pro-
fesional, serta  menjaga keberlangsungan usaha. Membangun dan mengembangkan usaha, terkadang gampang gampang sulit. Dibilang gampang, karena begitu ada uang maka kita bisa memulainya. Akan tetapi menjadi sulit, jika usaha yang dibuat tidak dijaga keberlangsungannya. Hal ini karena beberapa hal : Pertama, Seringkali pengusaha berfiki- ran jangka pendek. Jika ini ditanyakan kepada para pengusaha tentu mereka akan menolak pada pengelompokan ini. Tetapi perilakunya tanpa disadari se- ringkali mengarah ke poin ini. Seperti mengambil keuntungan yang sebesar besarnya, mengambil keuntungan ber- lebih ketika ada momen tertentu. Model usaha seperti ini, dalam jangka pendek memang memberikan keuntungan yang besar, akan tetapi sulit untuk menjaga keberlangsungannya. Poin kedua, adalah wirausaha terlalu fokus pada produksi. Banyak pengusaha akhirnya gagal karena terlalu fokus kepada produksi, tanpa berfikir pasar sasaran yang dituju. Mereka berfikir
Bagaimana produk dibuat untuk kemu- dian dijual kepada pasar sasaran. Seha- rusnya sebagai pengusaha kita berfikir Bagaimana cara membuat produk untuk dapat memenuhi keinginan konsumen.  Dalam berusaha perlu keberimbangan antara produksi dan pemasaran. Tidak banyak artinya produk dibuat seban- yak banyaknya, kalau konsumen tidak merespon. Begitu juga, pemasaran yang gencar akan percuma kalau produksi tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Faktor yang ketiga adalah tidak kre- atif dalam memenuhi kebutuhan pasar. Pengusaha harus selalu kreatif dalam mengembangkan usahanya, agar dapat berjalan dalam jangka waktu yang lebih lama. Bahkan kita seharusnya mengem- bangkan prinsip going concern (usaha harus dipandang, sebagai usaha yang hidup selamanya). Hal yang harus se- lalu dijadikan pedoman, adalah seorang pengusaha harus selalu dapat mengikuti perubahan perilaku dan selera pelang- gannya. (*)



Last Update: 30-04-2015 02:19

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang