Kisah Teladan

KH Muhammad Said Pencetak Ulama Sejati Kota Santri Malang (Bagian 2)

KHSUSNYA seputar Kyai Said yang Kharismatik, unik. Kyai Muhammad Said dikenal dengan sosok seorang waliyullah.

Menurut Buya Suyuti Dahlan, Hampir semua murid yang pernah nyantri kepada Kyai Muhammad Said, sebagian besar menjadi kyai (ulama) dan memiliki Pondok Pesantren. Hampir semua orang yang pernah belajar (nyantri) kepadanya ahirnya menjadi kyai, memiki pesantren, dan bermanfaat bagi umat. Seperti banyak ungkapan:”sebaik- baik manusia yaitu bisa memberikan manfaat kepasa manusia (sesama). Salah satu dari teman dari KH Suyuthi Dahlan, yaitu KH Mahmud Zubaidi, be- liau sekarang menjadi seorang ulama dan menjadi ketua MUI Kabupaten Malang. Beliau juga pendiri Universitas Raden Rahmad Kepanjen-Malang. Kedalaman ilmu dan intelektulanya serta spritualnya, menjadikan santri-santri KH Muhammad Said Ketapang, benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk umat dan bangsa Indonesia.  Asal KH Muhammad Said Ketapang. Beberapa teman dan tokoh Masyarakat yang saya kenal, ketika ditanya seputar nasab Kyai Muhammad Said Ketapang, tidak banyak yang mengeta- hui. KH. Muhammad Said itu berasal dari Malang (Dau), beliau kemudian bermukim di Jl.Tongan-Kota Malang.  Beliau lahir dari pasangan  H. Muhammad Anwar dan Ny. Lis, pada tahun 1901. Beliau menikah dengan putri KH Abdul Hadi (Ton- gan-Malang), yang bernama Siti Fatimah. Pada waktu itu Tongan dan sekitarnya menjadi pusat pengajian  ulama- ulama Ahlussunah Waljamaah, sebut saja KH Badrussalam, KH Tolhoh Mansoer (Begawan NU Kota Malang), KH Mu- hammad Jalalain (Kasin). Sebagian besar dari begawan-begawan NU kota Malang pernah nyantri di Tongan. KH Badrussalam adalah salah satu waliyullah, sebagaimana yang disampaikan oleh KH Abdullah Faqih Temenggungan-Malang. Pengeta- huan beliau berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Habib Lutfi Pekalongan saat berziarah ke Makam Kasin Malang. Berkah dari istikomah dan kesabaranya, ternyata mampu mengangkat derajat KH Badrussalam menjadi kekasih Allah SWT. Siapapun orangnya, apabila melihat foto KH Muhammad Said Ketapang, orang akan selalu mengatakan :”betapa gantengnya Kyai Muhammad Said’’. Barangkali, di antara Begawan-begawan NU kota Malang, Kyai Muhammad Said itu salah satu kyai yang wajahnya paling ganteng, kulitnya putih bersih dan bersinar. Dengan kata lain:”Kyai Muhammad Said itu keren habis”. Bagaimana tidak keren abis, di samping ganteng, beliau sangat menguasai bahasa asing (Inggris, Belanda, dan Arab). Konon, KH Muhammad Said masih memi- liki keturunan Eropa, wajar jika kyai yang satu ini benar-benar-benar tanpan rupawan. KH. Muhamad Said ulama besar NU yang tidak banyak diketahui kiprahnya. Beliau pernah diberi tugas penting oleh Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari,
sekaligus membawa misi Negara Indonesia di Rusia. Tentu saja, sebagai orang NU, KH Muhammad Said secara otomatis ikut serta mengenalkan NU di level Internasional. Pengalaman beliau selama menjadi tu- kan pos pada Jaman belanda menjadikan beliau sangat menguasai bahasa Asing, termasuk Bahasa Belanda. Sebagai pengikut Tariqoh Naqsyabandiyah- Khalwatiyah, beliau-pun membuka pondok pesantren, untuk mengembangkan ilmu dan thariqohnya. KH Muhammad Said Ketapang bukan saja menjadi Kyai Tandur (mengajar) melahirkan banyak generasi untuk bangsa dan NU, beliau juga terma- suk Kyai Sembur dan tutur (suka memberi nasehat yang menyejukkan).
Keramat KH Muhammad Said. Salah satu ke-istimewaan seorang ulama yang memiliki kualitas ilmu, intelektual, dan sprituanya ialah karamaoh. Karomah itu terjadi dan diberikan Allah SWT kepada para ulama yang benar-benar menjalankan perintah Allah SWT dan Rosululla SAW dengan sebaik-baiknya. Ketekukan, rajin ibada, membaca wirid (thoriqoh) dengan ihlas dan istikomah ahirnya melahirkan miracle (karamah). Tidak usaha meminta mendapatkan karamah, secara otomatis miracle (karamah) itu akan datang jika orang-orang mukmin melaksankan ibadah dengan istikomah, ihlas, serta tidak tergoda dengan urusan duniwi.  Ke-ihlasan KH Muhammad Said ahirnya terbukti dengan kualitas santri- santrinya yang menjadi ulama (kyai), tokoh masyarakat dan intektual di seluruh pelosok nusantara, khususnya kota Malangraya. Teringat dengan sebuah ungkapan masyarakat Arab “barang siapa ingin memperoleh kemulyaan, hendaklah banyak bangun malam”.
(Bersambung)
 



Last Update: 20-09-2014 01:08

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang