Renungan

Penerapan Tiga Rukun Islam di Bulan Ramadhan

TELAH datang kepada kita tamu yang sangat Agung, Tamu yang sangat ditunggu- tunggu umat Muslim seluruh Dunia. Baik itu umat Muslim di Indonesia, Hindia, Palestina, Yaman, Arab Saudi dan lain-lain.

Bulan Ramadlan, dialah tamu yang sangat Agung. Bulan yang memberikan banyak manfaat kepada umat Muslim khususnya, dan kepada manusia pada umumnya. Baik itu urusan duniawi terlebih urusan ukhrowi. Boleh kita lihat pedagang dipasar-pasar tradisional, swalayan, supermarket, bahkan sampai pasar pusat perbelanjaan. Dengan datangnya bulan Ramadhan minimal para pedagang tersebut bisa memperoleh rejeki dan keuntungan yang mungkin dan pasti lebih dari pada bulan-bulan sebelumnya. Yang tentunya diantara mereka yang merasakan manfaat bukan hanya dari pedagang yang beragama Muslim. Mereka yang non Muslim pun merasakan manfaat bulan Ramadlan daripada bulan-bulan selain Ramadlan, baik itu hari besar sekalipun, manfaatnya pasti lebih besar bulan Ramad- lan. Akan tetapi lain halnya dengan manfaat yang bersifat ukhrowi, tentunya hanya bagi mereka yang beragama Muslim tentunya yang beriman. Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 182 yang artinya : ” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa( Ramadlan), sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa”. Ada tiga point ibadah yang sangat pent- ing dan mendasar yang perlu kita kaji ber- sama bahwa, bulan Ramadlan adalah bulan yang mendidik umat Muslim yang beriman untuk selalu dan senantiasa berakhlak ke- pada Allah selaku sang pencipta, sesama makhluk hidup, dan kepada diri sendi-
ri. Tentunya dengan menjalankan 3(tiga) dari pada 5(lima) rukun islam. Yang pertama adalah Shalat. Dibulan Ramadlan kita umat Muslim dianjurkan untuk memper- banyak shalat (sunnah). Baik itu shalat tarawih, witir dan tahajjud. Shalat adalah wujud dari berakhlak kepada Allah SWT. Dengan shalat akan mendidik kita untuk selalu dekat dan ingat kepada Allah SWT. Ramadlan hadir sebagai pengingat bagi kita yang lalai, pembimbing bagi kita yang beramal. Mungkin ditahun atau bulan lalu kita menjauh dari Allah SWT, maka bulan inilah kesempatan kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT agar hubungan kita menjadi lebih harmonis dengan Allah SWT. Yang kedua Zakat. Zakat adalah wujud dari pada kita bera- khlak kepada sesama manusia. Zakat adalah salah satu ibadah yang mendidik kita untuk selalu meningkatkan sifat kepekaan, kepedu- lian sosial kepada sesama. Zakat adalah salah satu ibadah yang sangat erat hubungannya dengan shalat, yang mana shalat tersebut adalah ibadah yang sangat pokok yang hubungannya langsung dengan Allah SWT. apa bila baik dan sempurna shalat seseorang maka bisa dijamin baik pula amal ibadah yang lain. Akan tetapi jika buruk shalat seseorang, maka bisa dijamin pula akan buruk dan hancur kualitas ibadah yang lain. Coba kita lihat setiap kali Allah mem- berikan perintah shalat, pasti disitu Allah menggandengkannya dengan perintah untuk mengeluarkan zakat. Dalam pembukaan Al- Qur’an saja sudah bisa kita temui firman Allah SWT dalam awal-awal surat Al-Baqarah. Disitu Allah menjelaskan Bahwa, kitab suci Al-Quran adalah kitab suci yang tidak
ada keraguan didalamnya. Semua asli dari Allah, tanpa ada tambahan dari Nabi Mu- hammad SAW ataupun bisa ditambahi atau dikurangi oleh siapapun sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Siapakah orang-orang yang bertaqwa itu ?....adalah mereka yang beriman kepada yang bersifat ghoib (tidak/belum kasat mata). Contoh: Syurga, Neraka, Syafa’at, Jin, Malaikat, Siksa kubur, Alam makhsar, alam Mizan, jembatan Shirotol mustqim dan lain-lain itu semua be- lum pernah mereka lihat tapi mereka percaya. Dan mereka yang mendirikan sholat. Lalu apakah orang yang bertaqwa hanya cukup dengan beriman kepada yang bersifat ghoib dan hanya mendirikan shalat saja?....rupanya disitu Allah SWT meneruskan firmannya dan menggandengnya dengan dan dari seba- gian rizkinya mereka menginfaqkannnya (mengeluarkan). Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang sama, menjelaskan sehubun- gan hal tersebut. Dalam haditsNya Rasulullah SAW sering kali setiap kali menyinggung masalah iman, pasti disitu disinggung pula sifat kepedulian sosial. Contoh: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hen- daklah mereka memulyakan tetangganya. Rasulullah SAW juga berfirman dikali yang lian : tidak beriman diantara kalian, se- hingga mencintai saudaranya sama seperti mencintai dirinya sendiri. Masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebut satu persatu. Yang ketiga adalah Puasa. Puasa adalah bentuk ibadah yang mencerminkan kita berakhlak kepada diri sendiri. Setidaknya ada satu dari beberapa keutamaan puasa yaitu : Rasulullah SAW berabda “ puasalah kalian maka sehat kalian”. Dalam hadits lain Beliau juga bersabda “ada dua nikmat yang kebanyakan manusia melupakannya, yaitu : sehat dan waktu luang”.Dari dua hadits tersebut bisa kita fahami bahwa, begitu penting dan berharganya yang namanya nikmat sehat. Begitu bermanfaan dan pentingnya sehat, sampai Rasulullah SAW mewanti-wanti umatnya dalam hadits yang lain dengan tujuan yag sama “baguskanlah makananmu”, “kebersihan adalah sebagian daripada iman”. Karena dengan kesehatan, akan mendukung semua aktifitas kita dengan sempurna, baik itu urusan dunia maupun dalam hal beribadah kepada Allah SWT. tanpa kesehatan maka akan mustahil bagi kita untuk bisa sempurna mencapai sesuatu yang kita kerjakan dan cita-citakan. Insya Allah. (*)



Last Update: 21-08-2014 03:37

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang