Renungan

Hikmah Bulan Dzulhijjah Oleh: Ust. Ahsan Subur

PUJI syukur kita haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita umur yang panjang dengan segala bentuk kenikmatan berlimpah yang menyertai langkah kita dalam menjalani kehidupan kita didunia.

Kita berharap semoga kenikmatan juga menyertai kita di alam yang sesungguhnya, alam yang kekal, alam yang dimana kita dihadapkan hanya dua pilihan yaitu : bahagia selamanya (dalam Syurga) atau celaka selamanya (dalam Neraka). Termasuk bentuk kenikmatan yang telah diberikan kepada kita, kita ditakdirkan oleh Allah SWT bertemu dengan bulan yang Mulya dan Agung yaitu (Dzulhijjah). Dikatakan bulan yang mulya dan Agung adalah :, disamping terdapat peristiwa yang sangat Agung (kisah Nabi Ibrahim A.S mendapat wahyu dari Allah SWT untuk mengorbankan putra kesayanganNya, yaitu Nabi Isma’il A.S), dibulan tersebut juga terdapat pelajaran yang sangat mulya, yang sangat penting bagi seluruh umat manusia untuk mempelajari dan meneladaninya. Sehubungan dengan ada peristiwa apa dibulan Dzulhijjah, tentunya hal tersebut sudah sangat familiyar ditelinga kita. banyak terdengar melalui pengajian- pengajian umum, kitab –kitab sejarah Islam, buku- buku cerita dan banyak lagi yang lainnya. Akan tetapi banyak diantara kita yang belum tahu atau mungkin sering melupaka pealajaran apa yang dapat kita ambil dibulan Dzulhijjah. Selama ini banyak yang mungkin kita lakukan sehubungan dengan pelajaran- pelajaran di bulan Dzulhijjah yaitu : (menyembelih hewan kurban). Dari kampung- kampung, Masjid, TPQ, bahkan sampai sekolah- sekolah umum. Seakan- akan hal tersebut adalah cirri khas dan satu- satunya pelajaran yang bisa kita ambil. Berhaji bagi yang mampu. Benar adanya berkurban dan berhaji adalah hal yang semestinya dilakukan dibulan Dzulhijjah bagi mereka yang mmpu. Akan tetapi adalah kealahan yang sangat besar jika kita beranggapan bahwa itu semua hanya pelajan satu- satunya yang kita kerjakan. Padahal ada pelajaran yang harus kita ambil yang mana satu pelajaran tersebut bisa menentukan bagaimana amal ibadah kita termasuk Sholat, berhajji, berkurban dan segala bentuk amal ibadah lainnnya yang kita kerjakan. Mari kita coba mengkaji Firman Allah dalam surat al- Baqoroh ayat 124. “Dan (ingatlah) tatkala telah di uji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya (menyempurnakannya). Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan m e n c a p a i perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim. Ayat diatas memberikan pengertian bahwa, ketika Nabi Ibrahim A.S mengerjakan apa yang telah telah diperintahkan oleh Allah SWT, maka semua perintah tersebut Beliau A.S bukan hanya sekedar mengejakan, akan tetapi Beliau A.S mengerjakannya dengan sempurna. Kalau hanya sekedar mengerjakan perintah, mungkin banyak orang yang mampu melaksakannya. Akan tetapi mengerjakan dengan sempurna, mungkin banyak diantara kita berat untuk menjalankan. Yang lebih celaka lagi, bahkan tidak pernah terpikir dalam benak kita dalam menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Allah. Sehubungan dengan dalil al Qur’an diatas, cukuplah itu menjadi koreksi bagi diri kita. sudahkah kita menjalankan perintah Allah dengan sempurna?......, atau bahkan mungkin jauh daripada kesempurnaan?.....mari sama- sama kita koreksi bagaimana sahadat kita, sholat kita,puasa kita, zakat dan sodakoh kita, dan bagaimana juga dengan haji kita. apakah sahadat kita hanya cukup didalam lisan kita. apakah sholat kita hanya sebatas rutinitas sehari- hari. Apakah sodaqoh kita hanya merasa kita dikasih kelebihan oleh Allah SWT. Apakah puasa kita hanya sekedar menahan lapar dan haus. Dan apakah Haji kita hanya sekedar berkopyah putih dan hanya menjadi titel dimata manusia saja. Hanya diri kita sendiri yang bisa menjawabnya. Terlepas daripada itu semua, dalam berhubungan bermasyarkat, dalam lingkungan kerja, berbisnis, dan dalam lingkungan pendidikan, siapapun orangnya yang mempunyai sifat tersebut, maka mereka akan disukai dan dicintai banyak orang, dan juga menjadi orang- orang yang sukses akhirnya. Bagaimana kita menjadi penguasa dalam pemerintahan terlebih rakyat, bagaimana kita menjadi pimpinan perusahaan terlebih karyawan, bagaimana kita menjadi guru terlebih murid dan lain sebagainya. Kalau sifat tersebut menjadi cirri khas yang selalu mewarnai dalam setiap pekerjaan kita, maka akan bisa dijamin apapun yang kita kerjakan akan berakhir dengan kebaikan. Amiin

Last Update: 17-10-2015 04:56

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang