Minuril Islam

HATI NURANI Oleh : Drh. KH. M. Zainul Fadli, MKes (bag 1)

MARILAH kita selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, yang telah memberi berbagai fasilitas dan seluruh kebutuhan hidup kita di dunia ini.

Demikian banyaknya pemberian Allah itu, sehingga kita tidak mungkin dapat menghitung atau menilainya. Diantara pemberian terbesar dari Allah kepada manusia adalah Hati Nurani yang dalam bahasa Al-Qur’an sering disebut dengan Qa- lbun, Fu’ad atau Lubbun. Dengan nurani inilah manu- sia menjadi lebih unggul dan lebih bermartabat dibanding makhluk lain. Dengan nuraninya manu- sia dapat mengenal tuhannya (ma’rifatul llah), dengan nurani itu pula ia mendekatkan diri kepadaNya, dengan nurani ia beramal karena Allah, serta dengan nurani ia mampu me- nyingkap rahasia-rahasia yang ada disisi Allah. Hati Nurani adalah bagian paling vital/pent- ing pada diri manusia, karena nurani inilah yang menjadi penentu kualitas seseorang. Apabila hati itu baik, bening/ jernih, maka baiklah kualitas hidup orangnya, tetapi bila hati itu kotor, rusak dan berkarat, maka rusaklah seluruh aktivitas hidupnya. Dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW menyatakan:
“Sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging, apabila ia
baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati/nurani.” Pada fitrahnya hati manusia itu bersih/bening seperti kaca, namun
sering kali kejernihan hati itu tercemari oleh berbagai kotoran berupa dosa- dosa akibat kemungkaran dan kemaksiatan yang dilakukan. Kalau hati nurani masih bersih maka ia dapat memandang segala sesuatu dengan jernih pula. Ia dapat membedakan antara haq dan bathil, dapat memilih yang halal dari yang haram, dapat memilah antara benar dan salah. Setiap langkah hidupnya selalu mendapat pencerahan ke arah keselamatan dan ridho tuhan. Tetapi kalau hati itu telah kotor, maka ia akan kesulitan membedakan baik atau buruk, tidak dapat memilah halal atau haram, tak dapat memilah benar atau salah. Setiap langkah
dalam hidupnya dipenuhi oleh kegelapan, tidak dapat meli- hat adanya lubang atau batu sandungan, sehingga sering sekali menabrak larangan atau terjerumus kedalam kubangan kemaksiatan. Rasu- lullah
SAW p e r n a h mengingatkan bahwa apabila seseorang melakukan satu dosa, maka terbentuklah satu titik hitam di hatinya, apabila titik hitam itu segera di hapus (dengan taubat) maka hati itu kembali jernih, tapi bila titik hitam itu tidak segera dihapus, apalagi malah bertambah dengan titik-titik hitam yang lain, maka hati itu akan segera menjadi semakin gelap dan berkarat, kalau sudah demikian maka akan sangat sulit untuk dibersihkan. Hal inilah yang dimaksud oleh Al- lah dalam Surat Al-Muthaffifiin ayat 14, bahwa orang-orang yang durhaka dan menumpuk kesalahan hatinya menjadi
berkarat dan tidak dapat lagi menerima kebenaran:
“Sekali-kali tidaklah demiki- an, tapi hati mereka telah tertut- up oleh karat akibat kedurhakaan yang mereka lakukan.” Oleh sebab itu Rasulullah mengingatkan ummatnya agar menyegerakan taubat dan banyak beristighfar untuk menghapus dosa-dosa yang mengotori hati, sehingga selalu terjaga kejernihannya. Kejernihan nurani meru- pakan ciri utama manusia yang baik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rasu- lullah SAW dalam sebuah Hadits riwayat Ibnu Majah dari sahabat Abdullah bin Mas’ud, bahwasanya beliau ditanya tentang sebaik- baiknya manusia:
Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik? (be- liau menjawab): setiap orang muslim yang bersih hatinya, (ditanyakan lagi): apa yang di- maksud bersih hatinya? (beliau menjawab): yaitu setiap orang yang bertaqwa, yang murni, yang tidak ada kebohongan di- dalamnya, tidak ada kedzoliman, tidak ada pengkhianatan, tidak ada kebencian dan kedengkian.” Cukup jelas tergambar dalam Hadits tersebut bagaimana kri- teria manusia terbaik menurut pandangan Allah dan RasulNya. Oleh karenanya maka kita harus terus menerus berusaha menjaga kejernihan nurani dari berbagai kotoran seperti yang disebutkan oleh Rasulullah tadi. (bersambung)
 



Last Update: 21-08-2014 02:48

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang