Minuril Islam

Pentingnya Saling Membantu Sesama Muslim

Sabda Rasulullah saw. Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiallahu ‹anhu dari Nabi Shallallahu ‹alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Barang siapa yang me- lepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.(1) Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.(2) Barang siapa yang menu- tup aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. (3) Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya. (4) Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Al- lah memudahkan baginya jalan ke surga(5). Apabila berkumpul suatu kaum di salah satu masjid untuk membaca Al Qur’an secara bergantian dan mempelajarinya, niscaya mereka akan diliputi sakinah (ketenangan), diliputi rahmat, dan dinaungi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di ha- dapan makhluk-makhluk lain di sisi-Nya.(6) Barangsiapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepat kenaikan derajatnya”. (7) (riwayat Muslim) Di dalam hadis tersebut diatas, Rasu- lullah memberikan dasar-dasar serta tatacara bagaimana seharusnya kita berbuat sesuatu kepada sesama orang ysng beriman (Muk- min), khususnya bagi orang yang mampu berbuat sesuatu, sedangkan saudaranya Muslim membutuhkan satu pertolongan, maka bila dia menolong “janji Allah dan Rasulnya dengan satu kepastian untuk
melepaskan orang tersebut dari kes- usahannya di hari qiamat”. Berikutnya ketika kita selalu memudahkan urusan orang lain Allahpun berjanji pasti kita akan dimudahkan olehNYA, “bukan malah berpedoman seperti kata orang KALAU bias dipersulit kenapa harus dipermudah” hal yang sangat bertolak belakang dengan anjuran Rasulillah s.a.w. Maka kalau anda cinta Allah dan Rasulullah, serta ingin selalu mendapatkan kemudahan, tentu anda akan punya sifat suka menolong dan memper- mudah segala urusaan orang lain. Berikutnya Nabi menjelaskan bahwa bagi orang yang selalu menutupi aib sesame muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya; ini yang menjadi komuditi pemberitaan- pemberitaan mass media, dan tentu bial orang itu suka menyebar aib seseorang pasti dia akan mendapat imbalan setimpal, ini haram hukumnya, maka harta yang didapat dari pemberitaan semacam itu, tentu haram pula. 4 bagian teratas dari hadis tersebut men- erangkan tentang hubungan sosial antar masyarakat Muslim, sedangkan lanjutannya adalah peningkatan SDM-nya serta bagaima- na hubungan antara seorang mukmin dengan Tuhannya dan bagaimana dia mengisi dan meramaikan rumah-rumah Allah. Disabdakan Rasulullah bahwa orang yang mencari jalan untuk menuntut ilmu, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain, pastilah dia akan dimudahkan dan diangkat derajatnya oleh Allah. Disinilah tugas kita untuk selalu dan selalu berusaha meningkatkan SDM kita masing-masing dan membantu mencerdaskan masyarakat muslim; dengan adanya kepedulian inilah menjadikan kita selalu diberi rahmat dan karuniya-NYA. Dan salah satu fadilah (keu- tamaan untuk mengisi dan memakmurkan masjid adalah mempelajari kitab suci Al Qur’an, sebagaimana yang diterangkan beliau Rasulullah s.a.w dalam hadis ini.
Faedah dari hal tersebut, menjadikan kita selalu mendapat ketenangan hati,
mendapat rahmat dari Allah dan bahkan selalu dibangga- banggakan kepada makhluk lain di alam semesta ini bagi orang-orang yang telah melaksanakan ajaran Rasulullah ini. Diakhir hadis diatas adalah satu warning, perin- gatan bagi kita, setelah semua fadilah-fadilah dan pahala yang diutarakan, adalah peringatan bagi orang yang selalu menunda- nunda amal perbuatan kebajikan, baik berupa hubungan dengan sesama ma- nusia atau pekerjaan-pekerjaan yang telah diwajibkan baginya maupun amalan-amalan ibadah kepada Allah, penundaan semacam ini maka Allah tidak akan mempercepat derajat atau kenaikan derajat orang tersebut, dimata manusia maupun disisi Allah.
Firman Allah dalam Surat Ali Imran 134
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan)
Pada tataran yang lain Allah memfirmankan ayat Al Qur’an diatas memberikan gambaran bahwa orang-orang yang peduli lingkunngan- nya, mengutamakan kepentingan kepentingan orang lain, orang-orang yang selalu menjaga ke- harmonisan hubungan sosialnya, selalu pemaaf kepada orang lain, adalah orang yang selalu dicintai Allah SWT, dan itu pastilah orang-orang yang diistimewakan-NYA.
Semoga kita termasuk orang-orang yang menjadi harapan Rasulullah dan menjadi pilihan istimewa Allah di dunia dan diakhi- rat. Amin ... Wallaahu a’lam bis showab.
 



Last Update: 20-09-2014 01:05

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang