Lain-lain

Konsultasi Agama Islam Edisi Agustus 14 (1)

Puasa Sunah Syawal, Bolehkah Minum dan Makan Kue Suguhan Lebaran?

Assalamualaikum, Alhamdulillah pada bulan syawal tahun ini saya bisa menunaikan ibadah puasa sunnah syawal, namun pada kesempatan yang sama pula sehari hari pada bulan ini masih sering bersilaturahmi ke sanak family, ada yang mengatakan bahwa pada situasi tertentu menikmati suguhan baik minuman atau kue pada saat kita berpuasa sunnah syawal tidak lah mem- batalkan puasa, yang ingin saya tanyakan benarkah itu Yai, mohon penjelasan dan hukumnya..? Syukron Wassalam.   Munir, Bajang ratu Malang

Jawaban.

Alhamdulillah Anda punya semangat untuk melaksanakan puasa sunah bulan Syawal. Berdasarkan sabda Nabi saw. bahwa barang siapa puasa Ramadlan kemudian diikuti puasa sunah enam hari di bulan Syawal maka pahalanya sama dengan puasa setahun. Logikanya, seseorang yang telah niat beramal baik (meskipun karena sesuatu hal, amal tersebut tidak terlaksana) maka ia mendapat satu pahala, selanjutnya apabila niat tersebut direalisasikan dengan amal, maka ia mendapat sepuluh pahala. Dengan demikian apabila Anda berpuasa Ramadlan sebulan penuh (29/30 hari) ditambah 6 hari menjadi 36 hari maka akan mendapat pahala 10 x 36 = 360 hari, artinya sama dengan puasa selama satu tahun. Namun perlu diketahui bahwa kaifiyah (tata cara) puasa sunah pada prinsipnya sama dengan puasa wajib, antara lain harus meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa, termasuk mi- num dan makan kue suguhan hari raya. Memang ada perbedaan hukum antara puasa wajib dan puasa sunah, yaitu masalah waktu niat. Dalam puasa wajib, niat harus dilaksanakan malam hari sebelum waktu imsak, sedangkan dalam puasa sunah boleh melaksanakan niat pada pagi hari sebelum masuk waktu dzuhur. (*)


 



Last Update: 20-08-2014 03:45

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang