Lain-lain

Konsultasi Agama Islam Edisi September 14 (2)

Hukum Niat Puasa Qadla’ Ramadlan Pada Siang Hari

Pertanyaan: Assalamualaikum, pak Yai saya seorang mualaf dan memiliki tanggungan untuk mengqada puasa selama beberapa hari karena udzur ketika puasa Ramad- han. Pernah ketika suatu hari saya belum makan minum dari pagi, nah sekitar jam 10 pagi langsung terfikir untuk mengqa- dla puasa dan saya pun langsung niat.  Seorang teman memberi tahu saya bahwa untuk mempertanyakan hal ini karena kami berdua sama2 menjadi ragu apakah puasa saya sah? karena baru berniat di siang hari, mohon bimbingan yai. Wass      Natalia, Klaseman Jawaban: Niat adalah faktor penentu keabsahan suatu amal/ibadah tidak terkecuali ibadah puasa. Hal ini berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad saw        
Artinya  : Bahwasanya semua amal/ ibadah itu tergantung pada niat. Atas dasar ketentuan ini maka apabila pelaksanaan niatnya salah maka hasil pelaksanaan amalnya juga salah atau tidak sah. Demikian pula dalam ibadah puasa, waktu niatnya telah ditetapkan oleh Rasulullah saw. Untuk niat puasa fardlu / Ramadlan dalam hal ini termasuk qodlo’ Romadlon seperti yang Anda tanyakan, maka waktu niat adalah pada malam hari sebelumnya, sebelum  saat imsak, sebagaimana sabda beliau :
Barangsiapa tidak memasang niat puasa (fardu) sebelum fajar (imsak) maka tidak
ada puasa baginya (HR. Lima periwayat) Untuk puasa sunah,maka niat puasanya boleh sebelum fajar maupun sesudahnya, dengan catatan setelah saat imsak belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum dan lainnya. Hal ini berdasarkan contoh dari Nabi saw. yang diriwayatkan oleh isteri beliau, Aisyah RA sebagai berikut :
Diriwayatkan dari Aisyah RA, “ Suatu hari Rasulullah saw masuk rumahku lalu bertanya : “ Apakah dinda  punya makanan? “ Maka aku jawab : “ Tidak ada “. Kemudian beliau bersabda : “ Kalau begitu aku puasa saja ”. Selanjutnya beliau datang lagi pada hari yang lain, lalu aku berkata : “ Wahai Rasulullah, kita diberi roti hais”.. Beliau bersabda : “ Mana rotinya untuk aku makan, sebenarnya sejak pagi aku puasa belum makan”. ( HR. Lima periwayat ). Dari hadits tersebut di atas dapat diambil pelajaran (hukum) bahwa untuk puasa sunah, boleh niatnya dilaksanakan pada siang hari (sebelum masuk waktu dzuhur) selama sejak terbit fajar belum makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa. Sedangkan  untuk puasa wajib maka pelaksanaan niatnya harus sebelum fajar. Tentang kasus yang Anda tanyakan, karena puasa tersebut adalah qadla’ puasa Ramadlan maka tidak sah apabila niatnya dilaksanakan pada siang hari.. 
 



Last Update: 20-09-2014 01:42

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang