Lain-lain

Konsultasi Agama

Hukum Merapatkan Shaf

ASSALAMU’ALAIKUM Pak Kyai.. Saya salah satu jama’ah rutin di Masjid Sabilillah. Sering sekali membaca Majalah Sabilillah baik yang dibagikan ataupun yang ditempel dimading khususnya tentang konsultasi agama. Saya ingin bertanya tentang sholat saya pak Kyai, bahwa beberapa saat yang lalu tidak sekali atau dua kali ketika jama’ah sholat fardhu dilaksanakan ada jama’ah yang berada diantara shof saya, sholat dengan mengambil ancang –ancang atau berdiri agak menyerong kearah kanan. Padahal saya dan jama’ah yang lain disebelah- sebelahnya tidak. Saya tidak tahu ia mengambil ancang –ancang itu berdasarkan apa. Yang jadi pertanyaan saya pak Kyai, apakah saya harus mengikuti ancang-ancang yang sama dengan dia karena saya bersebelahan persis disampingnya, Karena menurut yang saya ketahui bahwa keutamaan sholat adalah berdasarkan salah satunya dengan lurus dan rapatnya shof sholat. Jika tidak lurus dengan dia maka apakah sholat saya menjadi syah nggeh Pak Kyai, mohon penjelasan bapak, semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada bapak Kyai. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. (Rahman – Dinoyo) Jawaban : Sdr. Rahman, memang menurut tuntunan Syari’at yang benar bahwa dalam shalat berjamaah barisan/shaf makmum harus lurus dan rapat sebagaimana sabda Rasulullah SAW. yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA : Luruskanlah shaf-shafmu, maka sesungguhnya meluruska shaf termasuk kesempurnaan shalat – HR. Bukhari dan Muslim. Dan banyak hadits lain yang senada dengan hadits Nabi tersebut di atas. Tidak hanya lurus, tetapi shaf harus rapat antara jamaah satu dengan lainnya, baik antar kaki maupun antar bau jamaah. Banyak yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. sebelum memulai shalat berjamaah, beliau merapikan shaf shalat seperti merapikan barisan pasukan perang. Mengenai pertanyaan anda, apabila ada jamaah di samping anda yang tidak lurus maka jangan diikuti, tetapi ikuti yang benar sesuai ketentuan Syari’at. Tentang meluruskan shaf hukumnya sunah mu’akkadah ( sunah yang sanagat ditekankan). Konsekuensinya bagi jamaah yang tidak meluruskan shafnya maka fadlilah/pahala shalat jamaah yang besar itu menjadi berkurang, tidak sampai membatalkan shalat. Untuk itu seyogyanya bagi imam shalat, sebelum bertakbir ( takbiratul ihram ) perlu melihat para makmum kiri dan kanan seraya mengingatkan dengan hadits tersebut di atas dan apabila masih ada jamaah yang belum lurus dan rapat perlu diingatkan langsung.

Last Update: 31-10-2015 02:16

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang