Lain-lain

Konsultasi Agama Islam

Membaca doa lain dalam Shalat

HUKUM MEMBACA DOA LAIN DALAM SHALAT

PERTANYAAN.

Assalamualaikum Pak Kyai, saya mahasiswa di salah satu kampus swasta di Malang. Sejak kecil saya sudah mempelajari tata cara ibadah shalat dan baru baru ini saya mendengarkan bahwa bacaan shalat adalah apa yang sudah ada didalam tuntunan shalat secara umum yang menurut riwayatdicontohkan oleh Rasulullah saw. Ada satu hal yang mengganjal saya sejak usia menjelang dewasa sebelum kuliah sayapernah mendengarkan sebuah doa yang sangat bagus dan saya rasa tepat sekali untuk selalu dibaca. Nah yang menjadi pertanyaannya adalah, ketika shalat agar tidak terlupakan doa tersebut saya baca ketika menjelang shalat berakhir yakni ketika sujud terakhir. Pak Kyai kira-kira bagaimana shalat saya?? Apakah masih syah atau tidak karena saya menambahkan doa tersebut didalam shalat saya. Baik ketika shalat fardlu maupun sunnah. Atas penjelasan Bapak Kyai, saya sampaikan terima kasih banyak. Wassalamualaikum Wr. Wb. ( Rifky – 089732xxxx )

JAWABAN.

Sdr. Rifky, Alhamdulillah anda anak muda yang sangat peduli dengan shalat, karena shalat adalah ibadah paling pokok di dalam Islam. Menurut bahasa, shalat itu artinya doa dan menurut istilah shalat adalah perbuatan ibadah tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Shalat adalah ibadah langsung antara seorang hamba         ( manusia ) dengan Khaliqnya ( Allah SWT ). Sedangkan teknis pelaksanaannya adalah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. ( sholluu kamaa roaitumuunii ushollii  = shalatlah kamu semua sebagaimana kamu melihat aku shalat - Al Hadits ). Di samping amalan dan bacaan baku dalam shalat, boleh bahkan dianjurkan untuk banyak berdoa dalam shalat, khususnya pada saat sedang sujud, karena pada saat sujud adalah saat seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya. Hal ini berdasarkan Hadits shahih yang diriwayatkan dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah saw. bersabda :

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد فأكثروا الدعاء.رواه مسلم و أبو داود والنسائي

Saat-saat paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah pada saat sujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya. HR. Muslim, Abu Daud dan An Nasa’i.

Adapun doa yang dianjurkan tersebut adalah doa untuk kebaikan diri, tasbih, tahmid, takbir, istighfar dan sebagainya, kalau diucapkan harus dengan bahasa Arab, kalau tidak dengan bahasa Arab, maka dengan bahasa hati. Doa dalam sujud terakhir yang dicontohkan Nabi saw. antara lain :

أللهم اني ظلمت نفسي ظلما كبيرا ولا يغفر الذنوب الا أنت فاغفرلي مغفرة من عندك وارحمني انك أنت الغفور الرحيم.

Ya Allah sungguh aku telah berbuat aniaya terhadap diriku ( dosa ) dengan aniaya ( dosa ) yang besar dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa-dosa selain Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dariMU dan sayangilah  aku, sesungguhnya Engkau adalah  Dzat yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

HUKUM ANAK KECIL ( BELUM BALIGH ) SHALAT JAMAAH DIDALAM SHAF ORANG DEWASA.

PERTANYAAN.

Saya jamaah  shalat di Masjid Sabilillah. Langsung saja Kyai saya mau bertanya tentang hukumnya anak-anak kecil ( belum baligh ) yang shalat didalam shaf orang dewasa.Karena beberapa kali saya shalat di Masjid ini, beberapa kali juga bersamaan dengan shalat dzuhur yang disana ada anak-anak sekolah yang umumnya belum baligh, di shaf saya maupun di shaf terdepan. Atas perhatian dan jawaban Kyai Mas’ud saya sampaikan terima kasih banyak. Wassalamualaikum Wr. Wb. Bambang-Griyasantha.

JAWABAN.

Shalat berjamaah dengan anak-anak SDI Sabilillah di masjid Sabilillah hukumnya boleh, karena anak-anak yang ikut berjamaah adalah anak-anak klas IV yang klasifikasi fiqihnya sudah mumayyiz. Dalam Kitab Fathul Wahhab syarh Kitab Manhajuth Thullab susunan Syaikhul Islam Abi Yahya Zakarya Al Anshary disebutkan :

( و ) الجماعة و ان قلت ( بمسجد لذكر) ولو صبيا ( أفضل ) منها في غيره كالبيت.......

Dan shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki meskipun anak-anak itu lebih utama dari pada ditempat lain seperti di rumah ..........

Tidak hanya sebagai makmum anak-anakpun boleh bertindak sebagai imam shalat fardlu sebagaimana keterangan dalam Kitab Fiqhus Sunnah, susunan As Sayid Sabiq,

تصح امامة الصبي المميز و الأعمى........

Shah ( hukumnya shalat dengan ) imam anak yang mumayyiz, orang buta.........dst

Dalam Kitab Al Fiqhu ‘Alal Madzahibil Arba’ah, susunan Abdurrahman bin Muhammad bin Audl Al Jaziry, bahwa para ulama Syafiiyah berpendapat :

يجوز اقتداء البالغ بالصبي المميز في الفرض الا الجمعة .........

Boleh orang dewasa ( baligh ) makmum kepada anak yang mumayyiz dalam shalat fardlu kecuali Shalat Jum’at ........dst.

Dengan mengacu pada keterangan kitab-kitab tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa shalat berjamaah bersama anak-anak yang sudah mumayyiz adalah boleh.

 

 

 

 



Last Update: 06-02-2014 13:50

 [Indeks]
Home | Profil | Daftar donator | LSES | Berita | Kontak
Visit us Online:  Facebook Youtube
Hak Cipta 2013 LAZIS Sabilillah Malang