AMBULAN MASJID SABILILLAH SIAP SIAGA 24 JAM

Sebagai masjid yang berpredikat sebagai masjid paripurna nasional maka tidak hanya bidang peribadatan saja yang dilayani. Selain bidang sosial kemasyarakatan yang telah digawangi oleh LAZIS Sabilillah, melalui penggalangan dana selama 1 tahun pengadaan ambulan gratis untuk jama’ah Banyak cerita dan kisah menarik jika berbicara mengenai pelayanan Ambulan Gratis ini diantaranya, diantaranya pernah dalam 1 hari bisa mengantarkan pasien hingga 3 kali dengan rute berbeda. Meski terbilang belum lama aktif dan berlalu lalang namun ambulan Sabilillah cukup dikenal, baik dikalangan Bapak Bapak Polisi maupun para perawat di beberapa RS di Kota Malang. Bapak Didik Supardi selaku coordinator penanggung jawab ambulan mengatakan bahwa setiap hari ia tidak pernah lepas dari control HP nomor layanan ambulan. Karena memang pemakaian kebutuhan ambulan tidak dapat diprediksi atau dijadwalkan sebelumnya. “Bisa jadi ketika kita lelap istirahat tiba – tiba HP berbunyi ada panggilan dari pasien untuk segera diantar menuju Rumah sakit atau ke rumah duka. Program Ambulan Gratis ini berjalan sejak akhir tahun 2016 lalu. Hingga akhir tahun 2018 telah tercatat setidaknya melayani 172 pengguna yang memanfaatkan adanya fasilitas ini. Memang secara standard ambulan jenazah dan ambulan pasien tidak’lah diperbolehkan menjadi satu kendaraan. Oleh karenanya dalam hal mensiasati hal ini pengelola ambulan menyediakan 2 jenis tempat tidur yang mana fungsi dan kegunaannya sudah disesuaikan demi masing – masing kebutuhan pasien. “Tidak lepas pula kami selalu berkoordinasi serta mengajak perawat dari klinik Sabilillah medical service jika kami mengantar pasien rujukan atau non rujukan yang membutuhkan rawat inap atau jalan di rumah sakit. Hingga kami tidak akan salah tindakan dalam membawa pasiean menuju rumah sakit yang diinginkan.” Didik S selaku driver menjelaskan Seperti beberapa waktu yang lalu ketika masuk kabar ada salah satu jama’ah dari guru TPQ binaan LAZIS yang membutuhkan ambulan untuk mengantar keluarga sesaat yang meninggal dunia di RSSU Saiful Anwar untuk menuju keluarga di daerah Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Dengan sigap driver ambulan menyiapkan armada untuk menjemput sekaligus mengantar jenazah. Dengan kondisi jarak yang tidaklah dekat maka diputuskan untuk membawa driver cadangan. Selain itu keluarga pasien juga diwajibkan untuk ikut menunggu dan menjaga di dalam kabin ambulan selama dalam perjalanan. Berangkat dari Malang jam 14.00 wib dengan jarak tempuh 264 KM, kendaraan keluarga beriringan dengan ambulan. Namun pasti tertinggal, karena memang laju ambulan membawa pasien sudah bisa dipastikan maksimal hingga 100 km/jam pada arus jalan yang lancar. Melalui jalan bebas hambatan dan jalur pantura ambulan sampai dirumah duka tepat pada pukul 10 malam.